8 Februari 2016

KerinduanNya: Menemuimu dan aku

Di tengah penyembahan ibadah raya, tiba-tiba Tuhan seperti mengingatkanku tentang peristiwa: YESUS bertemu dengan perempuan Samaria.
Yohanes 4:4 (TB)  Ia harus melintasi daerah Samaria.

Hari-hari ini saya merasakan bahwa beberapa orang mempertanyakan apakah Tuhan benar-benar ada.

Beberapa mempertanyakan, kalau Dia ada mengapa hal-hal buruk, penolakan, kelemahan dan berbagai pencobaan datang.

Itulah yang juga dialami oleh seorang perempuan Samaria. Seorang yang mengharapkan kasih sejati, namun menemukan kasih yang salah. Tidak ada yang mempedulikannya, bahkan selalu mempersalahkan perbuatan dan tingkah lakunya.

Berita baiknya,.. apapun kondisi kita hari ini, Dia mau menemui setiap kita. Dan ketika kita berjumpa dengan Yesus, terbukalah padaNya, atas setiap kelemahan kita. Dia maha tau dan penyayang. JUJUR pada Tuhan itulah kunci terobosan yang akan kita alami.

Dan ketika kita bertemu dengan Tuhan, ada 2 hal penting yang pasti berubah dalam kehidupan kita.
1. Menjadi PENYEMBAH di dalam Roh dan Kebenaran.
Tuhan mau pulihkan penyembahan kita. Dengan menyembah Allah yang hidup, Roh Kehidupan mengalir dan menyembuhkan hati kita.
2. Menjadi Saksi Kristus.
Perjumpaan dengan Kristus membuat mulut kita tidak dapat bungkam untuk nenceritakan apa yang telah dilakukanNya dalam hidup kita.
Kesaksian kita membawa pengenalan akan Kristus.
Yohanes 4:41-42 (TB)  Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

So,... apapun keadaan kita hari ini, minta kita bertemu dengan pribadiNya sendiri. Dia yang akan menyembuhkan kita sekaligus memakai kita untuk menyembuhkan orang lain.

30 Mei 2014

You're all I want in heaven! You're

Ibadah Kenaikan Isa Al Masih semalam bertemakan: BREAKTHROUGH.

Di persiapan awal ibadah, saya menerima tamu sendiri sampai datanglah petugas ibadah yang sesungguhnya dengan banyak dan ajaib. Jadi saya memutuskan untuk menikmati penyembahan awal di ibadah.

Dan tiba-tiba penyembahan awal itu merupakan perjumpaan yang ajaib, antara aku dan Kekasihku. Dia bertanya, "Apa yang kau rasakan, anakKu?"
Lalu aku menumpahkan semua yang ada di hati. Dan Dia bawa aku seperti kembali ke zaman Daud. Bagaimana di tengah kondisi hatinya yang buruk, sedang dikejar-kejar pemimpin sekaligus ayah mertuanya namun Daud tetap menjadi orang yang kuat. Dia menjadi pemimpin bagi orang-orang yang terluka di gua Adulam. Dan ketika Daud telah menjadi seorang Raja, hal yang pertama yang dilakukannya adalah: membawa kembali TABUT TUHAN.

Dia bawaku untuk membuka Mazmur 73 - dan inilah penghiburan yang Dia beri karena cintaNya. Derai air mata yang tak tertahankanpun mengalir dalam penyembahanku pada Kekasihku. Aku menikmati firman yang dibagikan dengan sangat ajaib, di saat yang sama Dia sedang ajar aku untuk meletakkan banyak hal.

Di akhir penutup khotbah, Bapakku mengajak menyembah dengan sebuah penyembahan,..
Mazmur 73:25-26  Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

You're all I want in heaven! You're all I want on earth! (Psalm 73: 25 - msg)

Ya,.. Hanya Dialah yang harus selalu kita ingini dalam keadaan kita di bawah ataupun di atas, di lembah kekelaman dan di masa keemasan..




ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

26 April 2014

Here,.. my new God's Business..

Di pagi hari sesaat setelah saya memposting artikel tentang 'Missing the Target', my Prince Joel mendekatiku dan berkata, "Di dalam nama Tuhan Yesus, mommy bisa menyelesaikan semua tugas dengan tuntas!" Dan itu membuatku sangat membuatku bersyukur. Anak yang belum bisa membaca, namun bisa menangkap apa yang jadi pergumulan mommmy-nya.

Sejujurnya hari-hari itu sejujurnya merupakan hari-hari yang berat dimana sepertinya saya telah meletakkan hidup sepenuhnya di tangan Tuhan,  saya lakukan semuanya untuk Tuhan tetapi saya mulai kehilangan passion. Saya melakukan semuanya hanya sebatas tugas. Waktu habis untuk mengerjakan hal-hal administrasi yang tidak ada habisnya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengerjakan tugas administrasi di rumah. Keprihatinan saya sangat kuat, membuat aku kembali kehilangan selera makan. Saat-saat kepingin makan, dan aku melihat betapa buruknya kehidupanku. Dan aku meninggalkan makanan dan menggantikannya dengan jeritan kepada Tuhan.

Mulailah saya mengerjakan sesuatu yang menjadi passion saya: menceritakan tentang kebaikan Tuhan, setiap rhema yang Tuhan beri melalui tulisan. Saya menghubungi kembali lembaga penulis dimana saya biasa menjadi salah satu kontributor, dan mereka menyambut gembira.

Dan di hari kedua saya mengerjakan passion saya, tiba-tiba terbuka sebuah peluang bisnis untuk saya jalani. Sejujurnya sebelumnya tidak pernah tertarik dengan multilevel marketing. Namun, karena kemurahan Tuhan, saya memperoleh sample untuk mencoba produk yang ditawarkan. Dan saya berkata di dalam hati, " Kalau saya bisa memasarkan produk ini, saya mau bergabung." Dan keajaibanpun terjadi. Dalam 2 hari saya berhasil memasarkan produk tersebut. Saya bertemu dengan teman saya dan mengajaknya untuk bergabung, dan keajaiban kembali terjadi, dia mau bergabung menjadi member. Kembali saya berdoa, dan tiba-tiba,  khotbah seorang Hamba Tuhan seperti meloncat di depan saya yang berkata, "Kalau kamu tidak ambil sekarang, kamu akan gigit jari. Ketinggalan Kairos! "

Lalu saya berkata, "Oke,.. i'm in!"

Hari-hari ini saya didaulat untuk menyampaikan kebenaran tentang "Kings and Priests"  untuk anak-anak muda di Youth Explotion. Dan kebenaran yang saya sampaikan itulah yang juga saya gunakan untuk menjalankan bisnis yang Tuhan sediakan.

Inilah 2 MM sebuah product dari Ocean Avenue USA
Saya tidak akan menceritakan panjang lebar tentang product ini, karena temen-temen yang berminat untuk tahu seperti apa produk dan sistem pemasarannya bisa langsung japri atau lihat di web saya:
www.myoave.com/princessofmiracle

Intinya adalah, hari-hari ini saya belajar bagaimana berbisnis tidak monoton untuk cari duit, tapi berbisnis dengan hati untuk mengangkat orang-orang di sekeliling kita dari permasalahan yang sedang dihadapinya. Saya sangat senang bertemu dengan orang-orang yang berkata, "Ternyata saya bisa berbisnis tanpa modal!" Atau mereka yang berkata, "Wow,.. produknya memang bagus!"

Yuks teman, dimana kita  belajar percaya dan taat pada rencanaNya yang indah bagi kita, Tuhan akan berikan perkenananNya. Amien,..


ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

12 April 2014

MISSING the TARGET

Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.

Amsal 13:12

Menjelang ulang tahunku ke 39, Tuhan mengajakku untuk membuat 39 days JOURNEY of LOVE. Sebenarnya inipun menjadi small step yang Tuhan beri untuk genapkan kerinduanNya untuk terbitnya sebuah buku ‘Princess of the Kingdom’ yang Tuhan telah taruh bertahun-tahun. Setiap hari aku merenungkan dan menuliskan kebaikan Tuhan. Setiap 1 hari menggambarkan 1 tahun kehidupanku. Namun,… JOURNEY of LOVE hanya berhenti sampai hari ke 10. Dan sejujurnya, di hari ulang tahunku yang ke 39, aku menghadap Tuhan sambil menangis, betapa aku menyadari bahwa banyak sekali kerinduanNya yang tidak dapat aku penuhi. Dalam istilah ketentaraan,… MISSING THE TARGET!!! Dan sebenarnya, dalam setiap kelalaian yang jadi korban adalah jiwa-jiwa.

Tahun 2014, Tuhan memerintahkan untuk aku mengambil puasa lebih kuat dari tahun 2013 untuk Venezuela. Namun, kadangkala aku merasa lelah berdiri untuk bangsa ini. Aku mulai mengambil makanan. Dan selalu tiba-tiba aku mendengar kondisi bangsa ini semakin memburuk. Setiap 3 hari, aku mendengar setidaknya 3 korban jiwa akibat bentrokan. Dan Tuhan berkata, “Engkau tidak berdiri bagi Venezuela, dan banyak jiwa yang jadi korban.”

Kadang kala kita berpikir, “Mengapa saya yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa ini berdiri untuk sebuah rencanaNya yang besar?” Itulah kasih karunia Tuhan. Kita yang bukan apa-apa, kita yang bukan siapa-siapa di mata dunia tapi diberi kemampuan untuk melakukan perkara-perkara yang besar dan ajaib. Itulah perkenanan Tuhan dalam hidup kita. Mari kita renungkan sejenak, sebenarnya apa sih yang Tuhan mau dalam hidup kita yang masih belum kita lakukan. Dan mari kita kejar untuk tuntaskan semuanya sebelum tahun ini berakhir.

 

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3: 13-14)



ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

 

3 Maret 2014

Kepahitan ~ Journey of Love 10, 3/2

Luka di jiwa, kelelahan dalam menantikan janji Tuhan, kegagalan, pengajaran dan pengertian yang salah tentang Tuhan seringkali tanpa disadari dapat menjadi benih kepahitan. Benih kepahitan yang tidak kita bereskan akan bertumbuh menjadi akar pahit.
Akar pahit mengakibatkan kesombongan dan membuat kita tidak bisa melihat seberapa besar kasih Allah dalam hidup kita. Kita tidak dapat hidup dalam kasih karunia Allah yang besar.
Itulah yang aku simpulkan dalam perjuanganku untuk menang atas akar pahit. Aku berdoa,.. untuk semua teman yang membaca tulisanku untuk bisa mengalami kemenangan atas rasa pahit di hati.

Mari tanyakan dalam hati apakah tanda-tanda kepahitan ada sering keluar dari hati kita.
1. Apakah kita sering marah-marah gak jelas?
2. Apakah tanpa disadari kita sering mengeluarkan kata-kata yang 'tajam terpercaya' menyakitkan orang lain?
3. Apakah kita tidak bisa ikut senang ketika ada teman yang mengalami kemenangan atau keberhasilan?
4. Apakah 'selalu ada jawabnya' setiap kali ada orang lain menegor dan mengkoreksi kesalahan, kelemahan dan kegagalan kita.
5. Dada ini serasa membeku dan membatu.

Jika gejala-gejala itu sering muncul di permukaan hidup kita,... Waspadai dan mulai selidiki akar pahit apa yang ada di hati kita.
Kadang-kadang kita bisa datang ke orang lain untuk minta didoakan, namun jika bukan Tuhan sendiri yang bereskan hati kita, ujung-ujungnya malah kita ingin membela diri di hadapan orang lain, minta dibenarkan bahwa kita adalah orang yang paling pahit, bahkan tanpa disdari minta ijin untuk kepahitan itu boleh tinggal dian menggerogoti hati kita.

Hanya anugerah Tuhan yang bisa menyembuhkan rasa pahit di hati. Minta Dia mencabut dan membersihkan hati kita. Karena hanya Dialah yang mampu selesaikan semua problem di hati ini. Dia yang paling dekat dengan kita dan bisa merasakan apa yang kita rasakan. Dan penting sekali untu kita minta aliran cintaNya ganti setiap kepahitan.

Membuang kepahitan tidak bisa sekali kita bereskan selesai. Namun sekali kita pernah mengalami kesembuhan atas rasa pahit, kita bisa mulai tahu waktu benih kepahitan mulai datang. Setiap kali Tuhan ingatkan, kita bereskan supaya benih kepahitan yang masuk halam hati jangan sampai berakar kuat, membuat hati kita beku dan membentuk perilaku sebagai pribadi yang keras. Kesensitifan untuk merasakan ketidak beresan di hati dan kecepatan untuk datang pada dokter hati 'Jehova Rapha' menutup kesempatan untuk kepahitan membekukan hati kita.

Sejujurnya sayapun terus berjuang untuk terus mengalami kemenangan, terus minta anugerah Tuhan untuk memiliki hati yang lembut.
Dan inilah janji Tuhan atas kemenangan kita:
Matius 5:5  Berbahagialah orang yang lemah lembut,karena mereka akan memiliki bumi.


ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

Konseling dengan Tuhan ~ Journey of Love 9, 2/3

Hari ini aku menyarankan ini pada salah satu rekan yang sedang mengalami pergumulan, namun jauh dari komunitas. Ya,.. tidak ada pilihan selain konseling dengan Tuhan!

'Konseling dengan Tuhan' sebenarnya merupakan salah satu judul buku yang menemaniku di masa-masa pemulihan luka emosional di masa lalu. Namun,.. sampai saat inipun dalam banyak kejadian aku tetap mempraktekkannya.

Simple saja dan perlu dilakukan untuk setiap kita yang ingin mengalami kesembuhan dari Tuhan.
1. Tuliskan setiap pergumulan yang sedang kita hadapi, termasuk perasaan kita, kerinduan kita pokoknya semuanya lengkap. Bagi Tuhan, feeling kita ok. Dan keterbukaan adalah awal pemulihan.
2. Tanya Tuhan - apa yang Tuhan lihat dalam pergumulan ini? Belajar untuk tenang dan dengarkan setiap jawaban Tuhan dan tuliskan.
3. Minta jaminan Tuhan untuk kita mengalami kemenangan atas perrgumulan yang sedang kita hadapi. Biasanya ini berupa ayat Firman Tuhan yang harus dipegang dan diperkatakan.

Sebagai contoh,...
Waktu itu aku ngalami kegalauan di hati ketika telah menunggu lama (kira2 5tahun) tentang pasangan hidup. Janji Tuhan: kak Budi adalah pasangan hidupku, tapi belum ada jalan atau tanda-tanda bahwa kami bisa memasuki masa persiapan pernikahan. Orang tuaku mulai bertanya, "Apakah benar bahwa Budi juga mendapatkan yang sama bahwa kamu adalah pasangan hidupnya?"
Kondisi saat itu adalah kami tidak bisa mengkonfirmasi langsung dan bertanya pada siapapun. Jadi,.. Konseling dengan Tuhan adalah pilihan terbaik!
Aku mengambil selembar kertas dan menceritakan pada Tuhan tentang kegalauan hati yang kurasakan.
Dan Tuhan berkata, "Tenang,.. Semua indah pada waktuKu" Konseling yang aku lakukan tentang kegalauan ini gak cuma sekali, tapi berkali-kali. Jadi setiap kali galau datang, dalam hati cuma bisa bertanya, "Piye tho Tuhan?"
Dan Tuhan kasi 1 firman untuk terus direnungkan dan diperkatakan:

Roma 4:20-21  Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Bahkan Ayat ini juga aku tuliskan di halaman depan skripsiku sebagai ganti semboyan hidup yang biasa dituliskan oleh pembuat skripsi.

Hasilnya,... sangat ajaib! Ada kekuatan setiap kali iman mulai lemah, sampai FirmanNya digenapi dan kita memperoleh kemenangan dan keberhasilan. Ya,.. Dia Tuhan atas kemenanganku dan keberhasilanku.

ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

27 Februari 2014

He Spoke to,... ~ Journey of Love 8, 26/2

Hari- hari ini pembacaan Firman Tuhan sampai di kitab Imamat. Salah satu kalimat yang sangat merhema adalah, "Tuhan berbicara kepada Musa".  Dan aku merenungkan kalimat itu, karena demikian sering itu dicatat dalam Firman Tuhan, artinya sangat penting.

Ya,.. Tuhan selalu ingin berbicara kepada kita anak-anakNya. Tuhan ingin berbagi rahasia dan cerita pada kita. Dia ingin menceritakan tentang hidup kita di depan, entah 1 detik di depan, 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 bulan, 1 tahun bahkan bertahun-tahun ke depan yang tidak bisa kita ketahui, tapi Dia tahu.

Masih ingat bagaimana awal-awal aku belajar mengenal dan membedakan suara Tuhan. Melalui sebuah camp, aku diajar untuk mendengar suara Tuhan yang spontan, tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bagus juga kalau teman-teman yang belum pernah dengar suara Tuhan dan kepingin dengar suara Tuhan mempraktekkannya. Ambil selembar kertas dan bolpen dan tuliskan, "Apakah Engkau mengasihiku?" Ambil waktu tenang sejenak, rasakan hadirat Tuhan dan mulai tuliskan apa yang muncul dari hati dan bukan dari pikiran. Tuliskan saja semuanya, jangan dipikir dan dibaca ulang. Setelah selesai baru bacalah kembali, dan nikmati betapa cintaNya ajaib bagi kita.

Aku selalu mempraktekkannya dalam hidupku. Ketika aku lulus SMA, aku bertanya pada Tuhan, "Tuhan,.. Kau mau aku kuliah dimana?" Dan Tuhan berkata, "Atmajaya! Ambil Fakultas Teknik Sipil dan kamu akan selesai dalam waktu kurang dari 4 tahun."  Sejujurnya, waktu tempuh normal/paling cepat adalah 4,5 tahun (9semester), jadi untuk selesai kurang dari 4 tahun, perlu keajaiban. Di ujian penerimaan gelombang 1 aku gagal membuat mami mulai meragukan suara Tuhan yang kudapat. Mami mengusulkan untuk aku memiliki jurusan cadangan. Dan demi melegakan mami, aku tes di tempat lain juga. Dan ternyata, aku lolos di ujian penerimaan gelombang 2.

2 semester awal, IP-ku di bawah 2. Dan setiap kali mau KRS, Tuhan tuntun aku untuk memilih mata kuliah semester berikutnya. Meskipun sepertinya 'gila' tapi aku menurut. Dan semua tuntunan Tuhan, membawa dampak yang ajaib. Ketika perubahan kurikulum se Indonesia di tahun 1996, semua nilaiku yang jelek hilang dan aku bisa lebih cepat 1 tahun.

Suara Tuhan yang sama, yang berbicara, "Budi adalah pasanganmu." 5 tahun tanpa kepastian, namun suara itu membuatku tak bisa berpaling ke lain hati. Sampai akhirnya genap seperti yang di firmankanNya.

Suara Tuhan yang sama, yang berbicara, "Ambil puasa 40 hari sama seperti Musa untuk terima 2 loh batu - 10 Perintah Allah. Sama seperti Aku (Yesus) ketika memasuki pelayananKu di muka bumi, dan memampukan Aku untuk selesaikan tugas dalan 3,5 tahun."
Suara Tuhan yang sama yang berbicara di hari kedua puasaku, "Ikuti Joshua, gelar karpet merah bersamanya!"
Suara Tuhan yang sama yang berbicara untuk melanjutkan berpuasa 40 hari kedua, 40 hari ketiga dan 30 hari terakhir. Genap 150 hari, sama seperti yang difirmankanNya di Kejadian 7:24  Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Suara Tuhan itu digenapi semuanya. Dan aku menyadari bahwa ketika Tuhan berbicara pada kita, bukan karena kita hebat. Justru karena kita tidak hebat, kita tidak tahu apa-apa, Dia perlu berbicara dengan kita. Bagian kita adalah, belajar kenali suaraNya dan percaya! Kalau itu janji Tuhan, Dia tidak akan pernah membiarkan firmanNya gugur dari hidup kita. Dan semua firman yang keluar dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia. Jadi pendengar dan pelaku Firman. Sampai keluar dari hati, "Hidup adalah mendengar suara Tuhan, dan melakukan yang diperintahkanNya."

ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

His Destiny ~ Journey of Love 7, 25/2

"24 tahun yang lalu, aku duduk sebagai salah satu siswi di sekolah ini" itulah salah satu kalimat pembuka ketika aku berdiri di depan kelas pembinaan salah satu SMA. Dan mulai aku bercerita tentang kehidupanku.

Betapa sulit untuk mengatakan, "Semua baik, sungguh teramat baik.. " seperti lagu yang baru saja kita nyanyikan karena sejak kecil, aku tidak merasakan kebaikan Tuhan. Sejak umur 3 tahun, aku hidup terpisah dari papa. Dan di usiaku ke 5 tahun papa mama bercerai. Umur 7 tahun, mamaku menikah lagi. Kehidupan keluarga yang berantakan, membuatku berpacaran di usia yang dini. Berusaha menemukan cinta, namun bertemu dengan cinta yang salah membuat kekosongan di jiwa ini semakin menyakitkan. Secara emosi benar-benar melelahkan.

Karena kekhawatiran orang tuaku akan masa depanku, mereka memutuskan untuk aku sekolah di Jogja. Jauh dari orang tua,.. dan aku bisa bergaul dengan orang model apapun di sini. Dari penjudi, pemabuk maupun orang-orang yang melayani Tuhan. Seringkali aku bermain, tertawa riang dengan teman-teman, namun ketika kembali ke ruangan kamarku, kembali aku menangis merasa kosong dan hampa.

Dan aku menemukan sebuah komunitas, persekutuan dan yang kemudian menjadi sebuah gereja. Di sini aku belajar untuk melepaskan pengampunan bagi setiap orang yang melukaiku. Belajar mengingat kembali dan mengatakan, "Aku mengampuni" sampai semua hal yang dahulu terasa menyakitkan tidak terasa sakit lagi. Satu per satu, kejadian demi kejadian menguras air mataku. Dan aku mengatakan, "Alirkan kasihMu Tuhan, sehingga aku bisa melepaskan pengampunan bagi orang tua dan saudara-saudaraku."
Dan hati ini seperti diperbarui, terasa lebih putih dan lembut.

Sebenarnya itulah pula yang terjadi dengan Yusuf. Meskipun dia dicintai oleh ayahnya, namun dia dibenci oleh saudara-saudaranya. Dia dijual di tanah Mesir, menjadi budak. Tempat perbudakan dan penjara, adalah tempat dimana kita sangat tidak bisa 'semau gue'. Yusuf di penjara tanpa kejelasan berapa lama dia harus di situ, secara manusia benar-benar tanpa harapan. Dan proses kesembuhan harus terjadi selagi dia sebagai budak dan narapidana karena Tuhan telah memberi destiny menjadi penguasa dan pemelihara suatu bangsa.

Hari ini,.. seberapa besarpun kita mengalami tekanan, percayalah ada destiny Tuhan yang besar di depan. Dia Tuhan yang tidak pernah membiarkan hidup kita berakhir ditempat perbudakan dan penjara. Minta anugerah Tuhan untuk kita lalui semua kedaan dan kondisi hati yang buruk. Dan nikmati anugerahNya untuk masuk destinyNya sebagai penguasa, putra dan putri bagi kerajaanNya.

ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

25 Februari 2014

Special ~ Journey of Love 6, 24/2

"Tetap spesial, meskipun sepertinya tidak ada yang spesial!"

Sejujurnya waktu di ruanganku hanya tinggal 5 menit menuju pergantian hari dan aku masih merenungkan hal apa yang spesial di hari ini. Dan aku merasa tidak ada sesuatupun yang spesial untuk hari ini. Hanya pekerjaan rutin yang biasa aku lakukan. Namun di tengah aku bertanya tentang hal apa yang aku ingin bagikan untuk pertemuan pelajar besok, kalimat itulah yang muncul.
"Tetap spesial, meskipun sepertinya tidak ada yang spesial!"

tiba-tiba aku teringat bahwa sebenarnya aku nothing tanpa Dia. Setiap detik dalam kehidupanku sebenarnya adalah anugerah Tuhan.

Aku keluar dari kandungan ibuku dalam keadaan 'sekarat' badan membiru karena terjerat usus dan tidak terdengar jeritan tangis bayi seperti pada umumnya. Namun, anugerahNya membuat aku memperoleh nafas kehidupanku untuk pertama kalinya.

Di usia 5-7 tahun, i'm fatherless. Dan di usia itulah, anugerahNya dicurahkan untuk menyelamatkanku dari serangan anjing di wajahku dan kecelakaan.

Di usia remaja, anugerahNya ditunjukkan dengan kehadiranNya sebagai Bapa, Sahabat dan Kekasih yang menggantikan semua kasih yang hilang. Dia membalut luka di hati karena pelecehan dan kekosongan di jiwa. Di usia ini aku pernah bertanya, "Mengapa aku harus dilahirkan di engah keluarga seperti ini. Aku melihat betapa bahagianya kehidupan teman yang memiliki papa dan mama yang harmonis." Sekali lagi, anugerahNya menuntun aku untuk menyerahkan hidup sepenuhnya dalam pengaturan Tuhan. AnugerahNya membuat aku 'muak' dengan kehidupan rumah tangga yang berantakan dan membuatku memohon, "Tuhan,.. tolong masa depanku dan kehidupan rumah tanggaku nantinya."

Sejujurnya,.. baru hari-hari ini aku bisa menikmati keindahan dalam penyerahan hidupku di masa lalu kepada Tuhan. AnugerahNya menjaga aku sehingga di tengah kegagalanku dalam pergaulan, aku tidak dihancurkan oleh dunia, namun dibalut oleh cintaNya. Setiap kali luka hati datang, Tuhan mengajarku untuk mencari orang yang lebih buruk keadaannya dan mulai berdoa dan memberitakan Injil bagiNya. Dan tiba-tiba, aku merasa Tuhan turut menyembuhkan luka di hatiku.

Di dalam anugerahNya, Tuhan meletakkan dasar keluarga kami dan terus membangun di atasnya.

Dan aku merenungkan, "Mengapa ya Tuhan mau repot-repot mengurusi aku. Meskipun anugerahNya sudah berlimpah, tetap saja kadangkala masih suka seenaknya sendiri, pahit, bersungut-sungut dan tidak percaya." Dan aku tahu persis, pasti bukan karena kelebihanku, Dia peduli akan aku. Justru karena Dia tahu persis, bahwa tanpa Dia,.. aku gak bisa lakukan apa-apa. Aku biji mataNya yang terus membutuhkan aliran darahNya untuk aku bisa tetap menjadi alatNya melihat.

Ya,.. bagaimanapun juga, kita adalah ciptaan yang spesial bagiNya. Sama seperti Pemazmur tuliskan: kita adalah biji mataNya dan bagi banyak orang merupakan tanda yang ajaib.

Dan doaku di hari ini: Tuhan,... biarkan aku tetap melekat padaMu. Aliran darahMu adalah sumber hidupku. Biarkan cintaMu terus membasahi hatiku supaya hatiku seperti tanah yang lembut, subur untuk menerima benih cintaMu dan menghasilkan buah-buah cintaMu. Puaskan aku dengan cintaMu dan wajahMu selalu menyinari kehidupanku. Amien,..


ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

23 Februari 2014

EL Shaddai ~ Journey of Love 5, 23/2

Ini adalah tema khotbah ibadah hari ini. Abraham menerima janji akan memiliki keturunan, meskipun secara fisik, secara daging itu mustahil. Tapi,.. Dia Allah ELSHADDAI! Dia menjadikan seorang yang lemah menjadi kuat. Dan seperti kita ketahui bahwa bukan hanya Ishak dan Ismael yang dilahirkan untuk Abraham, beberapa anak lagi dilahirkan karena keperkasaanNya yang menerobos setiap kemustahilan.

Salah satu yang paling menarik adalah kisah tentang Bp. Simamora. Saat ini usia beliau sudah lebih dr 84 tahun tetapi kekuatannya sangat ajaib. Beliau masih mampu mengemudikan mobil untuk jarak yang cukup jauh. Selidik demi selidik, kekuatanNya terletak pada merenungkan Firman. Setiap hari beliau menghafalkan 400 ayat. Ww!!! Sangat ajaib khan,..

Ya,.. Merenungkan Firman memang bukan hanya penting, namun SANGAT PENTING bagi kehidupan kita. Dari Firman yang kita baca dan renungkan, lahirlah rhema. Dan rhemalah yang mengubahkan kehidupan kita.

Dalam kehidupanku, aku juga sangat merasakan bahwa RHEMA adalah sesuatu support energy yang ajaib.

Tahun 1995, aku mendapatkan my Hon Budi sebagai 'Suami Perjanjian'. Saat itu aku masih duduk sebagai mahasiswa semester 4 dan rasanya belum pantas klo aku memikirkan tentang pernikahan. Karena buatku pacaran adalah proses mempersiapkan pernikahan.
2 tahun berlalu begitu saja, aku lulus kuliah di tahun 1997. Sejujurnya, di tahun itu ku kira aku akan segera diumumkan di depan gereja sebagai pasangan yang akan mempersiapkan pernikahan. Mungkin atas pertimbangan karakter άtά̲̣̣̣̥υ̲̣̥ apalah, mimpiku belum terwujud.
Tahun 1998 aku mendengar rencana bahwa 'Suami Perjanjianku' akan bertugas di aussie untuk 1 tahun lamanya. Harapanku mulai mengembang kembali,.. Aku berharap, sebelum kepergiannya, kami bisa mendeklarasikan hubungan kami. Dan kenyataannya,.. "Belum waktunya!"

Tahun 1999, My Hon berangkat, dan sambil menunggunya, aku mengambil kuliah S2. 1 tahun sungguh terasa lama, dan ternyata di perpanjang 1 tahun lagi, hingga akhir 2000, hambaNya pulang ke Indonesia.

Tahun 2001 - adalah masa persiapan pernikahan, sampai Februari 2002, kami melangsungkan pernikahan setelah usia penantian kami genap 7 tahun.

Sejujurnya, waktu_waktu itu bukanlah hal yang mudah untuk menunggu janji Tuhan menjadi nyata. Namun Tuhan sungguh amat baik,.. Di tengah masa penantian, 1 Firman yang selalu ku deklarasikan adalah:

20 Tetapi terhadap janji Allah ia (aku)tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia (aku)diperkuat dalam imannya(ku) dan ia(aku) memuliakan Allah,
21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Setiap kata ganti ke 3 - kuganti dengan kata 'Aku'!

It's the Power of RHEMA!! Ada kekuatan supranatural yang terjadi untuk menunggu penggenapan janjiNya.
Rhema itu pula yang memampukan Kaleb berkata, "... Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk..." (Yosua 14:10-11)

Belum lama ini, Dia mengajarku untuk memanggilNya sebagai, "Tuhan atas keberhasilan dan kemenanganku."
Dia sangat mencintai kita anak-anakNya, oleh sebab itu Dia rindu melihat kita tertawa bersamaNya dalam setiap keberhasilan dan kemenangan kita. Amien..


ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

22 Februari 2014

The CALL ~ Journey of Love 4, 22/2

The Call ~ adalah tema sesi 1 dari pembekalan pengurus PMK dimana my hubby n me melayani bersama. Tema ini mengingatkanku tentang sebuah film dengan judul yang sama. Film ini menceritakan tentang seorang wanita yang bekerja di 911 sebagai orang yang menjawab telpon sekaligus memberikan petunjuk pertolongan sementara bantuan datang ke lokasi.

Suatu ketika, seorang wanita menelpon karena ada orang asing yang memasuki rumahnya. Namun wanita itu tidak berhasil ditolong. Hal itu mengakibatkan trauma yang mendalam dalam kehidupannya. Namun, bagaimanapun juga panggilannya menariknya kembali untuk berada di balik meja, menerima telpon orang yang membutuhkan pertolongan.
Di hari dia kembali bekerja, seorang wanita korban penculikan menelponnya. Dan telpon berakhir karena ketahuan. Dan respon yang ajaib terjadi, dari trauma yang mendalam, dia meninggalkan kantornya dan mulai mencari wanita yang sedang diculik itu dari lokasi telpon terakhir.
Film ini berakhir dengan kemenangan yang luar biasa.

Hari ini,.. aku mengingat kembali panggilanNya dalam kehidupanku untuk meletakkan hidup di ladang Tuhan. Salah satu kerinduan yang Tuhan beri adalah pergi dari satu tempat ke tempat yang lain untuk memperlengkapi gereja-gereja lokal, bersama suami. Dan bukan kebetulan memasuki tahun 2014, seorang hamba Tuhan menyampaikan pesan Tuhan, salah satunya adalah: mulai akan banyak undangan di tahun ini. Pesan itu meneguhkan Firman yang pernah kudapat beberapa tahun yang lalu.

Di bulan ini, pernikahan kami memasuki tahun ke 12. Belum seperti yang kami lihat di awal pernikahan, tapi kami melihat bahwa Tuhan sedang bawa kami untuk terus nikmati keindahan berjalan bersamaNya.

The Call ~ panggilanNya sedang dikumandangkan untuk kita menjadi mempelai yang berkenan di hatiNya. Jadi penuai di akhir zaman. Tuhan yang memanggil, Tuhan yang memperlengkapi. Dia akan sediakan semua yang kita perlukan.

ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

Love is Cinta ~ Journey of Love 3, 21/2

Ini adalah tema acara FIRE Community dalam nuansa hari kasih sayang. Firman yang disampaikan adalah tentang kasih Tuhan kepada seorang wanita yang sangat haus akan cinta (Yoh 4). Dan mata air yang pahit (MARA) yang diterima oleh bangsa Israel dipulihkan setelah dilempar sepotong kayu yang bicara tentang salib Kristus.

Sementara firman disampaikan, aku merenungkan apa yang Tuhan sedang ingin sampaikan kepadaku di hari ini. Dan aku teringat bahwa di masa kecilku banyak hal yang membuat aku pahit. Di masa-masa aku tidak memiliki ayah yang mengakibatkan ibuku harus bekerja sedemikian rupa, betapa sering aku mengalami ejekan dari teman-teman. Selain itu aku juga pernah beberapa kali mengalami pelecehan dari saudara-saudara yang ketika kuceritakan kepada Mami, dia hanya berkata, "Diampuni!".

Sejujurnya pengampunan bukan hal yang mudah bagiku. Dan Tuhan tahu betapa aku perlu untuk belajar mengampuni dan mengampuni.

Di usia ke 10, kelas 5 SD aku mengundangNya menjadi Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi. Setelah mengikuti pelajaran Alkitab selama 6 bulan, aku dibaptis. Namun itu tidak secara otomatis menjadikan aku seorang yang mudah mengampuni meskipun aku sudah mulai banyak terlibat pelayanan seperti menari dan mengajar sekolah minggu secara komplit dari main musik, memimpin pujian dan menyampaikan firman di kelas yang aku pegang.

Proses belajar mengampuni dimulai ketika aku duduk di bangku SMA kelas 1. Demi menjaga pergaulan dan masa depanku, orang tuaku menyekolahkanku di Jogja, di tahun 1990. Dan di tahun itulah, jemaat dimana aku ada dimulai. Kesombonganku membuat aku menolak mengikuti camp pertama yang diadakan di gereja. Namun kesabaran pemimpin gereja saat itu dan pembinaku membuat aku mengikuti camp yang ke-2.

Dalam camp ini disampaikan tentang Bapa Sorgawli dan Gambar Diri. Kedua sessi ini benar-benar membongkar semua luka yang sebenarnya ingin aku sembunyikan dan tekan sampai tidak terlihat, namun kenyataannya hanya menimbulkan pembusukan yang tidak disadari. Aku mulai dituntun berdoa mengakui dosa, menyebutkan nama-nama orang yang melukai dan melecehkanku. Meskipun awalnya mulut seperti terkunci, tapi akhirnya jebol juga. Dan kuasa pengampunan dariNya mengalir dalam kehidupanku.

Setelah camp itu dan sampai hari ini, proses itu terus terjadi. Awalnya aku tidak pernah memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk menceritakan setiap lembaran kelam yang pernah kulalui. Tapi pembinaku dan my Hubby selalu mendorongku untuk menceritakan tentang cintaNya yang mengubahkanku. Bukan untuk mempermalukan orang tua dan saudara, namun seperti Wahyu 12:11 tuliskan bahwa pekerjaan iblis dikalahkan oleh darah Anak Domba dan perkataan kesaksian.

Belum selalu berhasil memang, namun cintaNya menuntunku dari hari ke hari untuk aku makin hari makin bisa menangkap isi hatiNya. Buatku, cintaNya membuat hidupku merasa dicintai dan diterima sepenuhnya.

ELBeloved \\ Princess of Kingdom®

Medicine from Indonesia ~ Journey of Love 2, 20/2


Yehezkiel 47:12  Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

10 tahun yang lalu, ayat ini sangat kuat berbicara tentang KerinduanNya untuk kelahiran putri pertamaku. Muncullah di benak my Honey Budi kata, "MEDICINE" dan yang kemudian bermetamorfosis menjadi 'MISIA ~ Medicine from IndoneSIA = MISI Allah"

Dalam perjalanannya bertumbuh besar kami melihat tanganNya senantiasa menyertai putri kami. Dan buat kami, dia adalah salah satu anugerah Tuhan yang luar biasa. Di usianya yang masih sangat muda, dia memiliki kerinduan untuk menjadi seorang pendidik dan pemerhati. Memang belajar belum menjadi kesukaannya, namun mengajar menjadi kesukaannya.

Ketika dia masih berumur kira-kira 3 tahun, seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa dia akan bertumbuh besar seperti Ester yang menari di hadapan Sang Raja. Dan hari-hari ini dia menjadi seorang penari di hadapan Tuhan.

Suatu ketika, aku berdoa untuk Misia, dam aku melihat seperti pohon kelapa di tempat seperti rawa-rawa. Setelah aku pelajari, demikianlah gambaran tentang kota Misia dalam Kis 16:7-8. Sejujurnya ketika nama MISIA diberikan kami tidak tahu bahwa nama itu ada di Alkitab. Kota Misia adalah kota perdagangan, mungkin itulah jugq yang menyebabkan dia sangat hobby berdagang, dari jualan gambar, jam tangan, pulsa, jepit dan masih banyak lagi.

Namun di balik itu aku berkata padanya bahwa sama seperti Yehezkiel 47:12, pohon itu mendapat air dari tempat kudus.
Mazmur 1:3  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Anakku,.. bertumbuhlah dalam anugerah dan keintiman dengan Sang Raja. Biarlah engkau bertumbuh menjadi mempelaiNya yang menyukakan hatiNya.

Love u my Princess,...
Mom

20 Februari 2014

GOD is LOVE

Sebenarnya ini adalah tema PMK dimana aku diberi anugerah untuk menjadi pembicaranya. Dengan terus merenungkan ayat tema yang diberikan (1 Yoh 4:10), aku merenungkan bagaimana cintaNya dalam kehidupanku. Sesungguhnya aku merasakan cintaNya yang sangat ajaib dalam kehidupanku.

Cinta yang mengangkat aku dari masa depan yang tak berpengharapan, menjadi pemberi pengharapan.

Sangat segar di ingatanku perasaan yang lahir di saat remaja, "Mengapa aku harus dilahirkan di keluarga seperti ini?" "Mengapa masalah demi masalah sepertinya datang silih berganti"

Ya,.. aku dilahirkan di keluarga broken home. Di usia ke 5, mama papaku bercerai. Aku mendapat ayah dan saudara-saudara tiri di usia ke 7. Hal yang sepertinya buruk di mata dunia, tapi bagiku itu adalah titik-titik anugerah dalam hidupku.

Papi tiriku punya latar belakang yang cukup kelam, meskipun aku tak pernah tahu secara persis kekelaman yang terjadi. Tapi perjumpaanNya dengan Tuhan memampukannya untuk menjadikan aku anak kesayangannya dan mendidik dalam nilai-nilai Firman Tuhan.
Di waktu kecil, sepulang sekolah aku bermain semaunya tanpa kenal waktu, papilah yang menegor dan memberi batasan untuk aku.
Banyak kenangan manis bersamanya adalah, dia suka menggandeng aku di pusat perbelanjaan sambil berkata, "Pilih apapun yang kamu mau, papi akan belikan buat kamu."
Atau di saat natal, dia berperan sebagai Santa Claus yang memberi hadiah sebagai ganti rumput di sepatuku. Papi mengajar aku dalam pelayanan Sabtu Gembira. Mengendarai mobil pick up, kami berdua keluar masuk kampung mengajak anak-anak ke rumah untuk bersekutu. Setiap pukul 5 pagi, kami dibangunkan dan diajak berdoa, menyembah Tuhan dan membaca Firman. Dan di masa kecil kami tidak duduk hanya dengan perasaan terpaksa.

Suatu ketika ayah tiriku dan ayah kandungku sama-sama masuk UGD. Namun sayangnya, oleh isterinya aku dan kakakku tidak diijinkan untuk menengok papi. Lalu kami kembali ke RS dimana papi tiriku berada. Di tengah selang bergelantungan, papi berkata, "Bisa nengok papimu?" Dan aku berkata, "Ya,.. kami melihatnya." Lalu jawabannya sungguh mengharukan, "Seandainya papi sehat, papi antar kamu tengok papimu. Pasti kamu bisa bertemu langsung."

Kakak tirikupun adalah anugerah. Dia menjadi guru sekolah minggu sekaligus pembimbing rohani bagiku. Ketaatannya untuk berdoa dan membaca firman yang kini kusadari merupakan pemantik untuk aku melakukan hql yang sama.

Bagaimanapun kebersamaanku bersama papi dan kakak tiriku, meletakan sebuah fondasi cinta di hatiku. Aku merasa dikasihi dan diterima apa adanya oleh Bapa Sorgawi. Dan aku dilatih untuk melakukan pekerjaan pelayanan dengan penuh cinta akan Firman Tuhan.

#JourneyOfLove 1 ~ 19/2

17 Desember 2013

The Red Carpet Fitters

Kau yang mengajarku 'tuk meletakkan
Kau yang mengajarku untuk beriman
Mengajarku tuk terbang
Mengajarku berperang
Kau curahkan semua isi hatiMu

Di kejatuhan Kau s'lalu sertaku
Di dalam lawatan Kau menjaminku
Kau tenggelamkan aku dalam sungai cintaMu
Seluruh hidupku ingin menyatakan..

Terima kasih buat setiap kesempatan
Terima kasih untuk panggilanMu
Terima kasih bagiMu yang slalu memandangku
Mendidik dan mengukir hidupku.

Terima kasih buat keluargaku
Terima kasih mimpi telah jadi nyata
Besar anugerah cintaMu di setiap nafasku
Dan seluruh sel di dalam hidupku berterima kasih.


Sejujurnya kata-kata di lagu ini tidak pernah berhasil aku nyanyikan dengan lengkap di hari Minggu, 1 Desember 2013. Karena beberapa baris bahkan kata saja aku nyanyikan, hatiku bergetar dan hanya air mata yang keluar..
Betapa aku merasakan kemurahan, kebaikan dan cintaNya. Dia mengangkat aku sedemikian rupa,.. Dari bukan siapa-siapa menjadi milik kesayanganNya.

Masih segar di ingatanku, bahwa selama beberapa bulan ini Tuhan sedang mendidik dan mengukir kehidupanku. Lewat sebuah destiny yang Tuhan berikan.. Menjadi Penggelar Karpet Merah (A Red Carpet Fitters).

Ya,.. Kingdom Explotion, The World is Saved ~ harus terjadi! Cepat άtά̲̣̣̣̥υ̲̣̥ lambat, Dia akan datang segera. Dan tugas kita adalah seperti Yohanes Pembaptis yang suaranya berseru seru kepada bangsa-bangsa untuk bersiap menyambut kedatangan Sang Raja.

Setelah beberapa kali penundaan, 1/12/13 (12 thn lalu adalah hari pertunanganku^^) ~ team kami berangkat. Pemimpin team menyampaikan, ayat untuk team kita adalah: Joshua 1:9!

Beberapa hal yang harus dilakukan adalah:
1. Masuk dan terobos dengan pujian dan penyembahan
2. Nyalakan api dengan berdoa bersama penduduk lokal
3. Impartasikan lawatan dan kebangunan rohani di Indonesia kepada jemaat lokal.

Dalam 28 jam perjalanan di dalam pesawat, aku memanfaatkan untuk berdoa, berendam, baca dan dengar firman terutama kitab Yosua. Di sini Tuhan berkata, "Aku mengasihi Joshua, aku mengasihi kamu. Dalam hidup kalian, aku berikan kekuatan untuk menaklukkan hal-hal yang tidak mudah!" Dan sejujurnya,.. Aku menyadari bahwa ini akan menjadi perjalanan yang memerlukan kekuatan dan anugerah extra.

Sama seperti perjalanan menyeberang Sungai Yordan, setelah 3 hari sampailah kami ke negara transit. Dan dalam perjalanan kami ini, banyak 'Rahab' yang Tuhan berikan. Kami disambut dan ditolong dengan orang-orang yang tidak kami kenal sebelumnya.

4 Des ~ meskipun kami mendapat informasi bahwa perbatasan ke negara tujuan kami ditutup, kami tetap berangkat ke kota terdekat.

Siang itu, kami berdoa dan menyembah Tuhan supaya ada terobosan untuk bangsa itu. Kami merasakan hati Tuhan yang sangat sayang akan bangsa yang besar ini. "Bagaimana mungkin Aku tidak mengasihi bangsa yang besar ini?"
KerinduanNya menjadi kerinduan kami.

Sambil terus berdoa untuk pintu yang terbuka, kami melepaskan shallom untuk sekeliling kami. Di hotel, di jalan-jalan kami bertemu untuk membagikan api cintaNya.

5 Desember
Pemimpin team mengajak kami untuk ke perbatasan yang sedang di jaga oleh tentara. Kami bertemu dan sempat membagikan api cinta Tuhan kepada mereka dalam waktu yang relatif singkat. Dilanjutkan berdoa menyembah Tuhan di daerah perbatasan.

Hari itu kami lanjutkan dengan membagikan api cintaNya di tempat bersejarah dan cafe homo.

6 Desember
Kami pergi ke gunung yang didiami oleh orang-orang miskin. Di sini, selain kami membagikan api cintaNya, kami memberi makan dan menjubahi mereka.

Sore harinya,.. Kami bertemu dengan seseorang, berkewarganegaraan negara tujuan kami. Pemimpin team berdoa bersamanya supaya Tuhan masuk dan melawat bangsanya.

Malam hari, sesuai informasi yang diberikan kami datang dalam sebuah gereja yang tengah beribadah dan doa malam. Pemimpin kami menceritakan kegerakan dan lawatan Tuhan atas Indonesia. Yang ajaib adalah, sang pendeta mengijinkan untuk share langsung ke jemaat selama 10 menit
Tentang lawatan atas Indonesia.

7-10 Desember
Tuhan menyatakan bahwa 3 tugas pertama telah selesai. Ini barulah awal sebagaimana pengintai mengintai Yerusalem, sebagaimana Abraham melihat tanah perjanjian, sebagaimana Musa menjalani di padang gurun. Bagaimanapun juga,.. Karpet Merah harus tergelar untuk menyambut kedatangan Sang Raja.

Dalam perjalanan ke kota tercinta, Jogjakarta.. Kembali beberapa kata di lagu "Terima Kasih" sempat keluar.. Tapi sebagian besarnya merupakan deraian air mata karena cintaNya yang ajaib. CintaNya menerobos setiap kemustahilan,.. Betapa ajaib ketika Sang Raja М̤̣̲̣̥̈̇ά̲̣̣̣̥υ̲̣̥ "̮ mengajak bahkan mendandani kita untuk jadi mempelaiNya yang siap dalam pestaNya.. Kerendahan hatiNya membuat kita besar.


Only By Grace,
ELBeloved // Princess of Kingdom®

12 Desember 2013

Fasting For Destiny

Kingdom Explotion,..

Yeah,.. Sebuah kalimat yang pada awalnya tak kupahami, tapi kurindukan.

Sambil menyelesaikan tugas membuat laporan-laporan keuangan, aku mendengarkan khotbah-khotbah Kingdom Explotion. Dalam Salah satu khotbah itu, Kong Yusak berteriak, "Kingdom Explotioooon" Maksudnya tuh apa? The World is Saved.
Lalu Kong Yusak ceritakan tentang masa-masa awal pelayanannya, Tuhan mau beliau ambil puasa 30 hari. Tiap hari hanya makan sekali.

Tiba-tiba di hati ini ada yang berkata, "Musa sebelum terima 2 loh batu yang baru, melakukan puasa 40 hari, 40 malam. Aku (Yesus) juga berpuasa 40 hari 40 malam untuk memulai pelayananku selama 3,5 tahun. Kamu mau mengalami Kingdom Explotion? Maukah kamu mengalami pengembalian dari setiap destiny yang pernah aku letakkan dalam hidupmu?"

Dan aku hanya menangis dan berkata, "Aku mau, Tuhan!"

Kembali Tuhan menyadarkanku bahwa aku tidak lebih baik dari kong Yusak, Musa dan Yesus sendiri. Aku mau, tapi aku merasa tidak mampu. Dan aku berkata, "Jamin aku Tuhan, mampukan aku untuk melakukan semua yang Kau mau"

2 hari setelahnya, my Honey pulang dari pelayanan. Dan aku menceritakan apa yang Tuhan taruh di hati. Dia terdiam, seolah ţªύ persis kemampuan perutku :) Dan aku berkata, "Aku minta dukungan untuk bisa menyelesaikan puasa panjang ini yang belum pernah aku ambil sebelumnya. Mungkin di awal-awal, aku belum bisa menemanimu duduk selagi kamu makan, aku takut aku tidak bisa menahan rasa pingin makan." Dan my Hon berkata, "OK!"

19/7/13 merupakan hari pertama aku melakukan puasa yang kemudian kusebut sebagai: Fasting for Destiny (FFD). Hari itu meeting dan aku ditugaskan untuk mencari PIC Red Carpeter ke Bangsa-bangsa.

20/7/13 Setelah Kucoba mengcontact ke beberapa teman, informasi lengkap belum dapat kuterima. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya pada semua contact BBM-ku. Hmm,.. Rata-rata semua mengajakku untuk bergabung di team mereka. Aku merasa senang sekali dan mulai punya iman untuk ikut menjadi salah satu Red Carpeter. Tapi belum ada satu negarapun yang sepertinya 'pas' di hati. Sampai aku contact seorang yang dikenal sebagai Joshua dan bertanya kemanakah dia akan pergi. Dia menjawab ke dua negara sambil berkata, "Tapi sorry,.. Groupku tidak terbuka untuk umum."
Dan tiba-tiba, ada suara di hati, "Kamu ikut dia. Bukankan saat Kingdom Explotion kamu masuk gerbang Yosua?"
Aku coba bertanya, "Kalau aku mau ikut, boleh?"
Dan setelah beberapa saat, Joshua menjawab bahwa aku boleh menjadi One of his team.

Sejujurnya,.. I have no idea about the payment^^ tapi setiap kali rasa tidak mampu datang, aku hanya berkata, "Tuhan yang mau, Tuhan yang mampukan."

Banyak Hal, Tuhan perlengkapi hidupku. Tuhan ajar aku untuk baca kitab Yosua, kirimkan hamba2 Tuhan yang dahsyat untuk mengupgrade iman sampai yang Tuhan mau.

Tuhan berkata, "Percaya padaKu, aku akan sediakan! Tidak boleh minta gereja bayarin! Kalau gereja mau menabur terima, tapi apapun,.. Korban!"

Jadi dari urusan suntik, tiket ke jakarta PP untuk buat visa, Tuhan mau aku bawa sebagai korban.

FFD#35 ~ ada pertemuan keluarga. Some One berkata, "Buat apa puasa? Buat apa ke bangsa2? Duitnya dari mana? Nanti kamu berbahasa apa?"
Dan sejujurnya itu menekan sekali.
Tetapi aku ingat ibu Iin berkata, "Menjadi kuat adalah pilihan!" Jadi aku memilih untuk kuat. Dan aku berkata, "Iblis, saat ini lepaskan apa yang jadi jatahku! Kalau biasanya kau mendakwa aku siang dan malam, saat ini di hadapan Bapa aku berdiri dan berkata; Lepaskan jatahku! Aku berdiri di atas perjanjian Firman Tuhan."

Tak lama setelahnya, aku mendapat kabar ada taburan untuk aku bisa pergi menggelar Karpet Merah.

40 hari sudah akan selesai, Tuhan ingatkan Waktu Kong Yusak mau selesai, Tuhan minta perpanjang 30 hari lagi karena Tuhan masih kepingin bareng Kong Yusak. Dan kembali Tuhan berkata, "Annakku,.. Banyak yang pingin pergi ke bangsa-bangsa, tapi ​​Ώğğªќ berani dan ​​Ώğğªќ mau bayar harganya. Tapi FirmanKu harus genap. Maukah kamu menjadi seorang yang membayarkan harganya?"

Aku hanya berkata, "Asal Kau jamin aku kuat, aku akan berjalan bersamaMu ya Tuhan."

Dan sejak itu, aku mulai ajak, dorong, tarik dan aturkan untuk teman-teman ikut menggelar karpet merah.

40 hari babak ke dua sudah hampir selesai, kembali Tuhan ingatkan tentang Kong Yusak memperpanjang menjadi Babak 3 dari puasanya. Dan Tuhan bertanya, "Apakah kamu akan berhenti, sementara apa yang jadi mimpiKu belum jadi dalammu? Kamu belum nyampe ke negara yang Aku mau!"

Dan aku menyadari bahwa, puasa di perpanjang menjadi 120 hari. Dan sesuai perencanaan akan selesai bersamaan dengan kepergianku untuk menggelar karpet merah.

Tuhan punya rencana yang berbeda.. Kepergianku kembali mengalami penundaan. Dan Tuhan berkata, "Tetep puasa, nak!"

29/10/13 my Husband kecelakaan dan di rawat di RS. Dia ngalami pendarahan di otak dan patah tulang.
Malam itu aku bermimpi, Ibu Iin datang dan berkata,.. Aku bawa 150 yang perlu diperbaiki.

Beberapa hari aku merenungkan maksud mimpi itu. Sampai aku ktemu dengan Kej. 8:1-3
"..dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari. - " Kejadian 8:3

Kembali Tuhan mengingatkan bahwa jumlah hari-hari puasaku haruslah genap 150 hari. Inilah hari ke 138. Masih ada 12 hari lagi untuk menuju His Kingdom Be Establish.

Beberapa point penting yang aku dapatkan adalah:
* Hidup adalah mendengar dan melakukan apa yang di firmankanNya.
* ketika segala sesuatu berjalan tidak seperti yang kita pikirkan, kejar apa yang jadi isi hatiNya supaya pikiran kita seirama dengan pikiran Kristus.
* Never say 'No' for His Will.
* Perkenanan Tuhan selalu berdampak tanggung jawab yang besar. Semakin Tuhan berkenan, semakin banyak dan besar hal yang harus kita pikul. Tapi sesungguhnya, Dialah yang melakukannya didalam kita dan bersama kita. Bagian kita Hanya terus melekat kuat padaNya.
ELBeloved // Princess of Kingdom®

4 Juli 2013

Smith Wigglesworth (Rasul Iman)

Membangkitkan orang mati hanyalah salah satu segi yang menakjubkan dalam pelayanan Smith Wigglesworth. Rasul iman yang luar biasa ini berjalan dalam tingkat pengurapan Allah yang sedemikian mengagumkan sehingga berbagai mukjizat yang menyertai pelayanannya. Bekas tukang ledeng ini memberi arti kata yang baru bagi kata "petualangan" yaitu Percaya Saja!

 

Dia memiliki urapan pengajaran yang luar biasa dan belas kasihan yang begitu dalam sehingga buah yang menghasilkan keselamatan dan mukjizat yang tak terhitung jumlahnya dalam pelayanannya setiap hari.

 

Kelahiran, Masa Kecilnya dan Pertobatannya

Smith dilahirkan pada tanggal 8 Juni 1859, putra dari John dan Martha Wigglesworth di desa kecil Menston, Yorkshire, Inggris. Keluarga ini bukan tergolong berada. Ayahnya bekerja keras demi menghidupi istri, seorang putri dan ketiga putranya. Maka Smith mulai bekerja pada usia enam tahun. Hal inilah yang membuat Smith memiliki etika kerja yang gigih seperti ayahnya dalam bekerja keras dan lama. Meskipun kedua orang tuanya bukan Kristen, Smith muda selalu memiliki kerinduan akan Tuhan. Dia tidak diajar berdoa tetapi selalu berusaha melakukannya sendirian. Neneknya adalah pengikut aliran Wesleyan pada jaman dulu dan percaya pada kuasa Allah. Dia selalu memastikan bahwa Smith mengikuti kebaktian bersamanya. Ketika berumur delapan tahun, dia mulai ikut menyanyi di gereja. Ketika mulai menyanyi, "pengetahuan yang nyata mengenai kelahiran baru" lahir di pikirannya. Dan dia tidak pernah meragukan keselamatannya. Akhirnya dia segera menjadi penjala jiwa. Jiwa pertama yang dia menangkan adalah ibunya.

 

Ada Sesuatu Yang Berbeda

Ketika berusia 13 tahun dia sangat aktif melayani di wesleyan Methodist Church. Kehidupan rohaninya memiliki arti yang baru dan dia merindukan Roh Tuhan. Meskipun tidak dapat membaca dengan baik, dia tidak pernah meninggalkan rumahnya tanpa mengantongi Alkitab. Smith mulai memberitakan Injil kepada siapapun yang ditemuinya. Saat berusia 17 tahun dia bertemu seorang yang saleh di penggilan dan mengajarinya bisnis pipa ledeng. Orang ini yang mengajari baptisan air dan Smith mengalami baptisan air. Percaya bahwa Tuhan akan menolongnya dalam segala sesuatu, dia mulai melayani. Di usia 18 tahun, dia pindah ke Liverpool untuk urusan pipa ledeng. Dengan kuasa Allah yang begitu kuat dalam dirinya dia mulai melayani anak-anak di kota itu. Dengan kerinduan untuk menolong mereka, Smith memberitakan Injil kepada mereka. Ratusan yang datang dengan pakaian compang-camping dan kelaparan. Dia mengurus mereka semua. Meskipun penghasilannya banyak, dia tidak pernah gunakan untuk diri sendiri melainkan dipakai untuk memberi pakaian dan makanan anak-anak ini.

 

Mary Jane "Polly" Featherstone  

Salah satu pelengkap terbaik dalam hidup Smith adalah istrinya, Mary Jane "Polly" Featherstone. Dia dan istrinya sama-sama kuat, bahkan bisa dikatakan lebih kuat pada saat-saat tertentu, daripada suaminya. Smith pernah mengatakan, "saya berhutang kepada istri saya yang tercinta setelah Tuhan hingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Oh dia begitu menyenangkan." Dalam sebuah KKR yang dilayani oleh Gypsy Tillie Smith, "Polly" percaya kepada Tuhan. Sewaktu dia bersaksi pada keesokan harinya, Smith merasa bahwa "Polly" adalah miliknya. Polly akhirnya menjadi Nyonya Smith pada tahun 1882 dalam usia 22 tahun. Setelah pernikahannya, Smith mendorong Polly untuk terus mengembangkan pelayanannya dan dia tetap mengerjakan bisnis pipa ledengnya. Waktu berjalan api mulai meredup dalam hati Smith namun terus berkobar di dalam hati "Polly." Dalam banyak kasus ketika seorang suami sedang mundur sang istri mengomel dan mengeluh karena dengan demikian dia mendorong suaminya untuk mengambil tindakan dan bertobat. Namun tidak demikian dengan dengan Polly, sukacita di dalam Tuhanlah yang menjadikan suaminya kembali kepada Yesus. Polly mengatakan, "sikap istrinya merupakan penyebab langsung dari pertobatannya dan pelayanan mereka yang mengguncangkan dunia." Dan inilah tujuan termulia dari "seorang penolong" yaitu menolong pasangannya untuk memenuhi panggilannya dalam hidupnya, apapun itu!

 

Kesembuhan Yang Pertama

Pada akhir 1900an dia pergi ke Leeds untuk menghadiri kebaktian kesembuhan ilahi. Sejak hari itu keluarga Smith menyala-nyala terhadap semua kebenaran mengenai kesembuhan ilahi. Hasilnya gereja mereka di Bradford pun bertumbuh. Smith pun mengalami pengalaman kesembuhan dari wasir pada awal tahun 1900 an. Akhirnya dia mengabdikan diri dalam pelayanan kesembuhan. Dengan "di dorong" oleh para hamba-hamba Tuhan akhirnya, Smith menyampaikan firman di dalam sebuah kebaktian dan ada 15 orang disembuhkan saat itu. Sejak kebaktian itu pintu-pintu pelayanan terbuka bagi Smith. Pada saat rasa lapar Smith kian membara akan firman Tuhan, dia tidak pernah mengijinkan bacaan apapun di rumahnya, baik sekuler maupun Kristiani kecuali Alkitab. Pada tahun 1907, kembali terjadi titik balik dalam hidup Smith, dia mengalami baptisan Roh Kudus. Bahkan istrinya, "Polly" juga di baptis oleh Roh Kudus. Akhirnya pasangan ini pergi ke seluruh penjuru negeri untuk memenuhi panggilan pelayanannya. Hari-hari itu, Smith mengembangkan kebiasaan berdoa dan berpuasa.

 

Memulai Pelayanan Sepenuh Waktu

Satu syarat yang Smith ajukan adalah "Tumit sepatuku tidak boleh memalukan dan aku sama sekali tidak boleh mengenakan celana panjang dengan lutut yang terlihat. Dia berkata kepada Tuhan, jika hal itu terjadi dia akan kembali mengerjakan pipa ledeng." Namun Tuhan tidak pernah lalai menyediakan keperluannya dan dia tidak pernah kembali mengerjakan pipa ledeng. Tidak lama kemudian Polly di panggil Tuhan. Beberapa orang berkata bahwa setelah kematiannya, Smith meminta bagian Roh Kudus hingga dua kali lipat. Sejak saat itu pelayanannya terus berjalan dengan kuasa yang jauh lebih besar.

 

Rahasia Smith

Rahasia pertama Smith adalah Iman. Teori Smith dalam hal iman begitu sederhana: Percaya Saja! Imannya yang besar lahir dari hubungannya dengan Yesus Kristus. Dari hubungan itulah lahir setiap jawaban bagi Smith untuk setiap keadaan yang pernah dihadapinya. Dia mengatakan, "Tuhan tidak memiliki kesayangan – Dia bekerja melalui mereka yang percaya kepadaNya."

 

Ada tingkatan iman yang diajarkannya:

(1) Iman bisa ditransferkan dalam diri orang lain melalui penumpangan tangan

(2) Iman harus dilaksanakan.

Rahasia berikutnya adalah tergerak oleh belas kasihan. Kebenaran utama di balik pelayanan kesembuhan Smith adalah belas kasihan yang begitu kuat dan iman yang seteguh batu karang kepada Tuhan.

 

Pelayanan Internasional

Pelayanan internasional dimulai tahun 1914 dan mencapai puncaknya tahun 1921. Smith mengasihi firman Allah dan sangat disiplin dalam mempelajarinya. Dia tidak pernah menganggap dirinya berpakaian lengkap jika tidak membawa Alkitab. Sukacitanya yang terbesar adalah melihat firman Allah diteguhkan dengan berbagai tanda heran dan mukjizat.

 

Penderitaan Harus Tunduk

Meskipun smith menyaksikan banyak kesembuhan ajaib yang terjadi di dalam sekejap mata, dia sendiri tidak mengalami seperti itu. Pada tahun 1930 di usia 70 tahun dia mengalami rasa sakit yang luar biasa. Setelah diperiksa, di dapati bahwa dia menderita penyakit batu ginjal yang serius. Satu-satunya harapan adalah operasi, namun dia menolaknya! Suatu ketika dia mendoakan 800 orang sementara dia sendiri menahan rasa sakit yang amat sangat. Setelah enam tahun berlalu, lebih dari 100 biji batu yang telah dikeluarkannya dimasukkan dalam botol. Smith berpulang ke pangkuan Bapa pada tanggal 12 Maret 1947.

 

Iman + Belas Kasihan = Mukjizat

Kita hanya perlu menggunakan iman dan belas kasihan agar kuasa itu bekerja. Smith mempercayai firman tuhan dan tergerak oleh belas kasihan terhadap orang lain, dan gabungan itu menghasilkan mukjizat!

 

Ringkasan Mengapa Mereka Sukses dan Beberapa Di Antaranya Gagal (Robert Liardon, Metanoia)

Aimee Semple Mc Pherson (Wanita Yang Dipilih)

Aimee adalah pelopor rohani yang membuka jalan bagi kita semua dan harus dianggap sangat bertanggung jawab atas cara kita dalam menyatakan kekristenan saat ini.

 

Dia adalah wanita periang dan dramatis. Baginya tantangan mudah di dapatkan dan harus diambil serta ditaklukkan. Dia tidak pernah sudi mengalah pada ketakutan. Apapun yang diperlukan untuk "mendapatkan orang-orang/jiwa-jiwa yang belum diselamatkan" – Aimee melakukannya. Dia duduk bersama "para pemungut cukai dan pelacur," terlihat di tempat-tempat yang membuat orang Kristen pada umumnya takut menginjakkan kaki di sana. Semua orang miskin, rakyat jelata, dan orang kaya menyayangi dia dan ribuan orang menghadiri kebaktiannya.

 

Pada saat wanita dianggap sebagai "aksesoris" pelayanan, dia mendirikan Angelus Temple untuk menampung para wanita. Temple ini dibangun dan diresmikan pada masa depresi dan merupakan gedung yang luas yang mampu menampung lima ribu orang. Gedung itu dipadati lima ribu orang empat kali setiap hari Minggu. Dia menamakan Angelus Temple sebagai Gereja Injil Foursquare. Dia mendirikan sebuah radio Kristen (Kall Four Square Gospel) paling pertama di dunia dan mendirikan salah satu denominasi yang berkembang paling pesat saat ini.

 

Kelahiran & Masa Kecilnya

Aimee lahir sebagai buah cinta dari James Morgan dan Mildred "Minnie" Kennedy pada tanggal 9 Oktober 1890 dekat Salford, Ontario, Kanada. Dia merupakan putri tunggal! Ibunya adalah wanita yang giat di Bala Keselamatan. Merasa dipanggil masuk dalam pelayanan, dia mengabarkan Injil siang dan malam di seluruh kota Ontario. Namun pernikahannya mejadikan dia melalaikan panggilannya. Sehingga sehari setelah pernikahannya, dia berlutut dan berdoa, "Jikalau Engkau mendengar Hana pada zaman dulu, dan memberiku seorang bayi perempuan maka aku akan mempersembahkan dia tanpa syarat apa pun untuk melayani Engkau, agar dia memberitakan firman yang seharusnya kulakukan." Akhirnya Aimee lahir dan diserahkan kepada Tuhan dalam kebaktian Bala Keselamatan.

Sewaktu dia masih kanak-kanak, dia suka sekali memperhatikan ibunya yang menjadi penanggung jawab sekolah minggu dalam kebaktian Bala Keselamatan.

 

Masa Remaja & Pertobatannya

Usia ketujuh belas, dia adalah gadis cantik yang mempunyai segala yang diinginkannya. Dia sangat pintar dan keluarganya berkecukupan. Baju-bajunya mengikuti gaya mutakhir, dia juga memiliki kemampuan berbicara dan memukau pendengarnya.

Di usia remaja bersama dengan ayahnya, mengikuti KKR Robert Semple, Penginjil Muda dari Irlandia. Yang nantinya akan menjadi suaminya. Akhirnya Aimee dilahirkan kembali. Sesudahnya dia berdoa dan mendapatkan satu penglihatan, "dia melihat satu sungai berwarna hitam mengalir dengan cepat dan jutaan pria, wanita, serta anak-anak tersapu hingga hanyut ke dalamnya. Kemudian mendengar, "Jadilah pemenang jiwa." Akhirnya Aimee di baptis Roh Kudus.

               

Pernikahan & Panggilannya

Tahun 1908, dia menikah dengan Robert Semple dan melayani bersamanya. Tetapi tahun 1910 Robert kembali ke rumah Tuhan di ladang misi yaitu di Hongkong. Satu bulan setelah kematian suaminya, dia melahirkan bayi perempuan. Dua tahun kemudian tepatnya tanggal 28 Februari 2012 Aimee menikah untuk kali kedua. Kemudian Rolf putra tunggalnya lahir pada tanggal 23 Maret 1913. Namun pernikahan yang keduanya tidak bertahan lama.  

Tidak lama setelah kelahiran putranya, Aimee mendengar suara Tuhan yang berkata, "Beritakanlah firman. Maukah engkau pergi? Maukah engkau pergi?" Setelah perpisahan dengan suami keduanya maka Aimee memulai pelayanannya sendiri. Akhirnya dia mempersembahkan masa depannya kepada Tuhan karena dia khawatir kalau dia tidak akan pernah lagi bekerja dalam kuasa seperti yang dilakukannya saat menjadi istri Robert Semple.

 

Kepekaan & Pelayanannya

Kepekaan akan suara Tuhan yang dikembangkan Aimee akhirnya akan menggoncangkan satu bangsa yang tertidur. Akhirnya Aimee mulai berkotbah sendiri. Dia memakai berbagai cara untuk menarik banyak orang. Ada rasa  empati yang alami dalam diri Aimee yang memperkuat pelayanannya dan menarik begitu banyak orang dari segala macam kedudukan. Karena orang-orang merasa memiliki ibu. Dan hadirin selalu mengalami kuasa Allah melalui berbagai manifestasi hadirat Allah dan ribuan orang menerima baptisan Roh Kudus.

Antara tahun 1917-1923 Aimee melintasi Amerika Serikat dan melayani lebih dari seratus kota. Dan kesembuhan ilahi menyertai pelayannnya. Di waktu-waktu ini juga Aimee menerbitkan The Bridal Call. Penerbitan itu dimulai dari surat kabar empat halaman, tetapi berkembang menjadi majalah enam belas halaman dngan foto, kotbah, puisi dan biaya berlangganan.

Reputasi Aimee perihal kebebasan dalam Roh Kudus memikat banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Dalam waktu singkat, berbagai orang mencari kebaktiannya dengan hati yang bergetar. Tidak lama kemudian setelah ibadahnya berkembang menjadi lebih dari seribu orang dia menggunakan musik, nyanyian, narasi dan drama. Aimee pergi, orang banyak selalu berdesakan ingin menyentuhnya. Berbagai mukjizat yang tidak masuk akal dan sangat luar biasa pun terjadi. Berbagai berita utama di surat-surat kabar meneriakkan semua hasil setiap kebaktian.

Akhirnya Aimee melihat mereka sangat membutuhkan satu tempat yang tetap untuk berkotbah. Akhir tahun 1922, selesailah bait Aimee yang memiliki 5000 tempat duduk. Dia menamainya Angelus Temple Gereja Injil Foursquare. Meskipun dia memiliki 22 orang penatua, dia selalu memimpin sendiri semua kebaktian hingga meninggal pada tahun 1944.

 

Angelus Temple

Dia memiliki menara doa yang dijaga selama 24 jam sehari. Dia juga memiliki paduan suara dengan anggota seratus orang dengan alat musik terbuat dari kuningan yang beranggotakan 36 orang. Hampir seluruh Los Angeles tahu bahwa menghadiri kebaktian di Angelus Temple adalah suatu peristiwa yang penting.

                Beberapa bintang film Hollywood setia menghadiri kebaktian di Temple, seperti Jean Harlow, Clara Bow, Charlie Chaplin. Bahkan Chaplin membantu Aimee dalam pementasan kotbahnya.

 

LIFE

                Februari 1923, Aimee membuka sekolah pelayanan yang akhirnya dikenal dengan Sekolah Alkitab LIFE (Lighthouse of International Foursquare Evangelism). Sampai akhir hidupnya, dia mewisuda 8000 hamba Tuhan.

 

Tentukan Nasib Anda

Ada beberapa catatan yang harus kita pelajari dari Sister Aimee:

1.        Jadilah berani!

Jangan ijinkan dunia menjadikan Anda serupa dengannya. Jangan mau dihalangi. Berdirilah teguh dalam menghadapi tekanan. Jangan mundur saat menghadapi ketakutan. Berani melakukan rencana Tuhan dalam hidup Anda dalam kekuatan yang telah ditetapkan Sorga untuk Anda lakukan.

 

2.       Menyala-nyala dalam Karunia Roh.

Kuasa Roh Kudus selalu ada dan hendaknya digunakan selama mungkin untuk melayani Tuhan.

 

3.       Iman Kristen adalah jalan kehidupan, jadi berlarilah secara maraton bukannya lari jarak pendek.

 

 

Ringkasan Mengapa Mereka Sukses dan Beberapa Di Antaranya Gagal (Robert Liardon, Metanoia)

Asa Alonzo Allen (Orang Yang Penuh Mukjizat)

Latar Belakang Keluarga Allen

Allen lahir dalam keluarga yang bermasalah. Kedua orang tuanya pemabuk dan membesarkan anak-anak mereka dalam keadaan yang amat sangat miskin. Orang tua Allen juga membuat minuman keras di belakang pondok mereka. Ibunya peminum berat saat mengandung Allen. Waktu luang yang digemari orang tuanya adalah memberi sebagian minuman keras mereka kepada Allen dan saudara-saudarinya sampai mabuk. Kemudian mereka menertawakan tingkah lucu anak-anak mereka yang mabuk sampai mereka jatuh atau pingsan. Ibu Allen berulang kali mengisi botol minum Allen dengan minuman keras agar membuatnya tidak menangis, dan Allen tidur pada malam hari dengan botol bayi yang penuh dengan minuman keras buatan orang tuanya. Allen telah belajar merokok bahkan sebelum menginjak usia sekolah. Dia juga memasuki dunia hiburan (menyanyi) pada usia yang masih sangat belia dan memang tampaknya dia terlahir untuk itu. Ayah ibunya bercerai saat Allen masih kecil. Ibunya menikah lagi tetapi keluarganya tidak bertahan lama, karena kebiasaan minum-minum dan ibunya terus marah dibakar rasa cemburu.

 

Masa Muda Allen dan Pertobatannya

Kemanapun Allen pergi, dia dikenal sebagai bintang pesta. Dia memiliki suara tenor yang indah dan pemahaman yang sangat baik dalam hal irama. Saat berusia 21 tahun, dia sudah sakit-sakitan dan tubuhnya gemetar. Pendek kata saat menginjak usia aktif kehidupannya, Asa Alonzo Allen sudah sekarat. Karena tidak memiliki siapa-siapa, dia akhirnya kembali kepada ibunya. Di desa tempat mereka tinggal, mereka mendirikan tempat penyulingan minuman keras tanpa izin. Bahkan mereka merubah rumahnya menjadi tempat dansa setiap Sabtu malam. Dalam waktu singkat menarik banyak kelompok kasar yang sangat menginginkan hiburan. Tidak jauh dari rumahnya, seorang pria lain yang bernama Broeder Hunter membuka rumahnya untuk gereja. Dia dan jemaatnya berdoa untuk tempat dansa itu di tutup. Dan tempat itu tutup! Singkat cerita, akhirnya Allen bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan pada bulan Juni 1934. Tidak begitu lama dia juga dipenuhi oleh Roh Kudus dalam kebaktian perkemahan di Oklahoma.

 

Colorado, Lexie, Pernikahan & Awal Pelayanannya

Kekeringan melanda Missouri pada tahun 1934 dan tidak ada pekerjaan dimana-mana sehingga dia menerima tawaran temannya untuk menggarap peternakan di Colorado. Segera setelah tiba di peternakan itu, dia berjemaat di Gereja Foursquare. Di tempat inilah dia berjumpa dengan istrinya "Lexie." Keluarga Allen memulai hidup baru dengan bekal uang 100 dollar, beberapa kado pernikahan dan mobil kuno model A Ford. Mereka sama sekali tidak memiliki pekerjaan namun mereka tahu Tuhan memanggil mereka untuk berkotbah. Akhirnya Tuhan memberikan kesempatan pertama untuk berkotbah, dan mereka berdua berencana untuk mengadakan KKR A. A. Allen yang pertama. Tetapi ada satu masalah – mereka tidak ada uang. Itulah sebabnya pasangan ini menebang kayu dan menjualnya pada siang hari. Penghasilan yang mereka peroleh digunakan untuk membeli bensin dalam perjalanan berkotbah. Mereka berhenti menebang hanya untuk menuliskan apa yang Tuhan beritahukan kepada mereka untuk kotbah malam harinya. Allen mengagumi Dwight L. Moody dan Charles Finney. Awal-awal pelayanannya mereka hidup tanpa mengeluh dan sepenuhnya mengandalkan tuhan untuk menyediakan semua kebutuhan mereka.

 

Kudengar SuaraNya dan Harga Bagi Mukjizat

Akhir tahun 1930-an hanya setelah beberapa minggu kelahiran putranya, Allen menerima jabatan gembala di Sidang Jemaat allah Tower Memorial, Colorado. Karena bertekad mengetahui rahasia kuasa Allah, Allen mulai berdoa dan berpuasa serta mencari Tuhan. Dan Tuhan menyingkapkan ke 13 hal yang harus dipahami dan dilakukan apabila dia merindukan melihat kuasa Allah yang melahirkan mukjizat (2 hal lainnya tidak pernah Allen ungkapkan).

1.        Dia harus menyadari bahwa dia tidak mampu melakukan mukjizat yang lebih besar dibanding Yesus.

2.       Dia dapat berjalan seperti Yesus.

3.       Dia harus tak bercacat cela seperti Tuhan juga demikian.

4.      Dia harus membandingkan dirinya dengan Yesus saja.

5.       Dia harus menyangkal keinginan daging dengan berpuasa.

6.      Setelah menyangkal diri sendiri, dia harus mengikut Yesus tujuh hari dalam seminggu.

7.        Tanpa Tuhan, dia tidak mampu berbuat apa-apa.

8.      Dia harus membersihkan tubuhnya dari dosa.

9.      Dia tidak boleh lagi terlibat di dalam pembicaraan yang dangkal dan sia-sia.

10.    Dia harus mempersembahkan segenap tubuhnya kepada Tuhan untuk selamanya.

11.     Dia harus percaya semua janji Tuhan.

 

Tidak lama setelah kunjungan tersebut keluarga Allen mengundurkan diri dari gereja karena merasa dipanggil masuk ke ladang penginjilan. Empat setengah tahun berikutnya, Allen bepergian sebagai penggerak kebangunan rohani dari Sidang Jemaat Allah. Namun gajinya sangat kecil. Pada tahun 1947 Allen menyuruh keluarganya pindah ke Corpus Christi Texas. Allen telah berusaha berkompromi dalam panggilan surgawinya (menjadi penginjil) demi kesejahteraan duniawi dan ini dapat dimengerti karena dia ingin menjadi ayah bagi anak-anaknya. Namun harga yang dibayarnya terlalu mahal. Dia mengalami gangguan jiwa ketika pelayanan radio untuk menjangkau di tolak oleh gerejanya.

 

Titik Balik

Istrinya mencari Tuhan dengan penuh kesungguhan. Ternyata Tuhan masih belum selesai berurusan dengan mereka. Panggilan Tuhan atas A. A. Allen masih tetap semula. Ketika akhirnya menyadari bahwa iblis menggunakan kesempatan atas luka hati Allen yang begitu dalam, Lexie mulai berdoa untuk melawan serangan itu. Akhirnya istrinya menumpangkan tangan dan menghardik roh jahat untuk keluar dari Allen dan kelepasan pun terjadi. Allen tertidur pulas selama 3 hari dan sembuh sama sekali ketika bangun. Tidak lama kemudian, beberapa rekan pelayanan mendorong Allen untuk mengikuti KKR yang diadakan oleh Oral Roberts.

 

Saat duduk menyaksikan barisan orang yang didoakan, Allen mendengar Tuhan berkata, "Anakku sebelas tahun lalu engkau mencari wajahKu. Sebelas tahun yang lalu Aku memanggilmu masuk dalam pelayanan yang sama. Tetapi engkau gagal membayar harganya ..." Dengan berlinang air mata, Allen mengangkat tangan dan berseru, "Tuhan, aku mau melakukannya."

 

Dua minggu kemudian Allen mengundurkan diri sebagai gembala, walaupun gereja Corpus Christi sebagai pangkalan.

 

13 Syarat Tuhan

Allen mulai mempelajari daftar 13 syarat yang Tuhan berikan. 11 tahun waktu yang terbuang. Pada tahun 1951, Allen membuat lompatan besar. Dia membeli sebuah tenda dan mengumumkan dirinya sebagai penggerak kebangunan rohani "kesembuhan." November 1953, Allen melihat impiannya terwujud ketika memulai siaran radio "Saat Kebangunan Rohani Allen." Tahun 1955 kotbah Allen disiarkan di 17 stasiun Latin Amerika dan 18 stasiun Amerika. Dia memimpin kebangunan rohani di Kuba dan Meksiko antara tahun 1955-1959. Tahun 1956 ketika banyak hamba Tuhan mengalami kemunduran, Allen tetap bisa maju terus. Bahkan dia menerbitkan majalahnya sendiri, Miracle Magazine (pada tahun 1956 pelanggannya mencapai 200.000). Meskipun menghadapi pertentangan, pelayanan Allen terus berkembang dan dia memulai International Miracle Revival Training Camp bagi hamba-hamba Tuhan. Disini Allen mengajar prinsip-prinsip mengenai kemakmuran, kesembuhan, mengusir roh jahat. Tahun 1958, Tuhan menggerakkannya membangun sekolah Alkitab di Arizona. Dia menamakan Miracle Valley. Tahun 1958 merupakan masa krisis bagi kebangunan rohani Voice of Healing, namun tidak bagi Allen. Tahun itu dia mengumumkan 5 macam program pelayanannya: KKR Tenda, Program radio Allen Revival Hour, Program misi luar negeri, Miracle Valley Training Center dan Departemen Penerbitan. Tahun yang sama Allen mendirikan sebuah gereja di Miracle Valley yang dapat menampung 4000 orang. Pada tahun 1969 oplah Miracle Magazine mencapai 340.000 dan surat-surat berdatangan dari 90 negara. R. W. Schambach adalah orang yang memiliki pelayanan yang sama dengan Allen, dia setia melayani Allen, bahka dia mempelajari cara membayar harga demi kebangunan rohani dari Allen.

 

 

Akhir Yang Tragis

Tahun 1967 Allen dan istrinya berpisah. Tahun 1969 Allen menderita radang sendi yang parah. Tanggal 11 Juni 1970, Allen di dapati meninggal dengan kandungan alkohol yang sangat tinggi dan kental dalam sistem darah. Dia minum alkohol terlalu banyak untuk tujuan pengobatan.

 

 

Kesaksian Nyonya McMaines

Nyonya Helen McMaines adalah bekas kepala departemen bank tempat Allen menabung. Dia menyayangi dan menghormati Allen dan menurutnya dia "tidak ada duanya." Menurutnya, Allen jujur dalam semua pendapatan yang diterimanya dalam pelayanan. Kembalikan ini semua untuk pelayanan, Helen, McMaines mengenang ucapan Allen, "Semua ini milik Tuhan." McMaines mengatakan bahwa Allen bekerja siang dan malam bagi sidang jemaat dan tidak pernah kelihatan lelah. "Tidak ada yang memakai namanya; termasuk rumah atau apa pun juga di Miracle Valley." Menurutnya ketika dia meninggal semua properti itu harus kembali kepada Tuhan.

Penting pula untuk disimak bahwa orang-orang yang mengkritik Allen memiliki pelayanan yang jauh kurang produktif dibanding Allen.

 

Jadi, bertahanlah dalam panggilan, setiap hari penuhi dengan Roh Kudus,  jangan coba-coba berdiri sendiri, jangan mencari ayat untuk membalas para penuduh kita, tetapkan pelayanan dan hidup kita bagi kemuliaan nama Tuhan.



Ringkasan Mengapa Mereka Sukses dan Beberapa Di Antaranya Gagal (Robert Liardon)