20 Februari 2014

GOD is LOVE

Sebenarnya ini adalah tema PMK dimana aku diberi anugerah untuk menjadi pembicaranya. Dengan terus merenungkan ayat tema yang diberikan (1 Yoh 4:10), aku merenungkan bagaimana cintaNya dalam kehidupanku. Sesungguhnya aku merasakan cintaNya yang sangat ajaib dalam kehidupanku.

Cinta yang mengangkat aku dari masa depan yang tak berpengharapan, menjadi pemberi pengharapan.

Sangat segar di ingatanku perasaan yang lahir di saat remaja, "Mengapa aku harus dilahirkan di keluarga seperti ini?" "Mengapa masalah demi masalah sepertinya datang silih berganti"

Ya,.. aku dilahirkan di keluarga broken home. Di usia ke 5, mama papaku bercerai. Aku mendapat ayah dan saudara-saudara tiri di usia ke 7. Hal yang sepertinya buruk di mata dunia, tapi bagiku itu adalah titik-titik anugerah dalam hidupku.

Papi tiriku punya latar belakang yang cukup kelam, meskipun aku tak pernah tahu secara persis kekelaman yang terjadi. Tapi perjumpaanNya dengan Tuhan memampukannya untuk menjadikan aku anak kesayangannya dan mendidik dalam nilai-nilai Firman Tuhan.
Di waktu kecil, sepulang sekolah aku bermain semaunya tanpa kenal waktu, papilah yang menegor dan memberi batasan untuk aku.
Banyak kenangan manis bersamanya adalah, dia suka menggandeng aku di pusat perbelanjaan sambil berkata, "Pilih apapun yang kamu mau, papi akan belikan buat kamu."
Atau di saat natal, dia berperan sebagai Santa Claus yang memberi hadiah sebagai ganti rumput di sepatuku. Papi mengajar aku dalam pelayanan Sabtu Gembira. Mengendarai mobil pick up, kami berdua keluar masuk kampung mengajak anak-anak ke rumah untuk bersekutu. Setiap pukul 5 pagi, kami dibangunkan dan diajak berdoa, menyembah Tuhan dan membaca Firman. Dan di masa kecil kami tidak duduk hanya dengan perasaan terpaksa.

Suatu ketika ayah tiriku dan ayah kandungku sama-sama masuk UGD. Namun sayangnya, oleh isterinya aku dan kakakku tidak diijinkan untuk menengok papi. Lalu kami kembali ke RS dimana papi tiriku berada. Di tengah selang bergelantungan, papi berkata, "Bisa nengok papimu?" Dan aku berkata, "Ya,.. kami melihatnya." Lalu jawabannya sungguh mengharukan, "Seandainya papi sehat, papi antar kamu tengok papimu. Pasti kamu bisa bertemu langsung."

Kakak tirikupun adalah anugerah. Dia menjadi guru sekolah minggu sekaligus pembimbing rohani bagiku. Ketaatannya untuk berdoa dan membaca firman yang kini kusadari merupakan pemantik untuk aku melakukan hql yang sama.

Bagaimanapun kebersamaanku bersama papi dan kakak tiriku, meletakan sebuah fondasi cinta di hatiku. Aku merasa dikasihi dan diterima apa adanya oleh Bapa Sorgawi. Dan aku dilatih untuk melakukan pekerjaan pelayanan dengan penuh cinta akan Firman Tuhan.

#JourneyOfLove 1 ~ 19/2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar