"Tetap spesial, meskipun sepertinya tidak ada yang spesial!"
Sejujurnya waktu di ruanganku hanya tinggal 5 menit menuju pergantian hari dan aku masih merenungkan hal apa yang spesial di hari ini. Dan aku merasa tidak ada sesuatupun yang spesial untuk hari ini. Hanya pekerjaan rutin yang biasa aku lakukan. Namun di tengah aku bertanya tentang hal apa yang aku ingin bagikan untuk pertemuan pelajar besok, kalimat itulah yang muncul.
"Tetap spesial, meskipun sepertinya tidak ada yang spesial!"
tiba-tiba aku teringat bahwa sebenarnya aku nothing tanpa Dia. Setiap detik dalam kehidupanku sebenarnya adalah anugerah Tuhan.
Aku keluar dari kandungan ibuku dalam keadaan 'sekarat' badan membiru karena terjerat usus dan tidak terdengar jeritan tangis bayi seperti pada umumnya. Namun, anugerahNya membuat aku memperoleh nafas kehidupanku untuk pertama kalinya.
Di usia 5-7 tahun, i'm fatherless. Dan di usia itulah, anugerahNya dicurahkan untuk menyelamatkanku dari serangan anjing di wajahku dan kecelakaan.
Di usia remaja, anugerahNya ditunjukkan dengan kehadiranNya sebagai Bapa, Sahabat dan Kekasih yang menggantikan semua kasih yang hilang. Dia membalut luka di hati karena pelecehan dan kekosongan di jiwa. Di usia ini aku pernah bertanya, "Mengapa aku harus dilahirkan di engah keluarga seperti ini. Aku melihat betapa bahagianya kehidupan teman yang memiliki papa dan mama yang harmonis." Sekali lagi, anugerahNya menuntun aku untuk menyerahkan hidup sepenuhnya dalam pengaturan Tuhan. AnugerahNya membuat aku 'muak' dengan kehidupan rumah tangga yang berantakan dan membuatku memohon, "Tuhan,.. tolong masa depanku dan kehidupan rumah tanggaku nantinya."
Sejujurnya,.. baru hari-hari ini aku bisa menikmati keindahan dalam penyerahan hidupku di masa lalu kepada Tuhan. AnugerahNya menjaga aku sehingga di tengah kegagalanku dalam pergaulan, aku tidak dihancurkan oleh dunia, namun dibalut oleh cintaNya. Setiap kali luka hati datang, Tuhan mengajarku untuk mencari orang yang lebih buruk keadaannya dan mulai berdoa dan memberitakan Injil bagiNya. Dan tiba-tiba, aku merasa Tuhan turut menyembuhkan luka di hatiku.
Di dalam anugerahNya, Tuhan meletakkan dasar keluarga kami dan terus membangun di atasnya.
Dan aku merenungkan, "Mengapa ya Tuhan mau repot-repot mengurusi aku. Meskipun anugerahNya sudah berlimpah, tetap saja kadangkala masih suka seenaknya sendiri, pahit, bersungut-sungut dan tidak percaya." Dan aku tahu persis, pasti bukan karena kelebihanku, Dia peduli akan aku. Justru karena Dia tahu persis, bahwa tanpa Dia,.. aku gak bisa lakukan apa-apa. Aku biji mataNya yang terus membutuhkan aliran darahNya untuk aku bisa tetap menjadi alatNya melihat.
Ya,.. bagaimanapun juga, kita adalah ciptaan yang spesial bagiNya. Sama seperti Pemazmur tuliskan: kita adalah biji mataNya dan bagi banyak orang merupakan tanda yang ajaib.
Dan doaku di hari ini: Tuhan,... biarkan aku tetap melekat padaMu. Aliran darahMu adalah sumber hidupku. Biarkan cintaMu terus membasahi hatiku supaya hatiku seperti tanah yang lembut, subur untuk menerima benih cintaMu dan menghasilkan buah-buah cintaMu. Puaskan aku dengan cintaMu dan wajahMu selalu menyinari kehidupanku. Amien,..
ELBeloved \\ Princess of Kingdom®
Tidak ada komentar:
Posting Komentar