11 Januari 2011

Pemazmur yang Disenangi

Ayat bacaan: 2 Samuel 23:1-7

 

Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; (2 Samuel 23:1-2)

 

Salah satu gelar yang dimiliki Daud adalah: Pemazmur yang disenangi. Ya,… Daud adalah seorang Raja yang boleh dibilang special. Selain Tuhan pilih Daud sebagai Raja, Tuhan menetapkannya menjadi seorang nabi juga (Kis 2:30). Ya,… hati Daud penuh dengan pujian dan penyembahan. Kesukaannya adalah menyembah Tuhan, itulah yang menyebabkan dia berbeda dengan Saul. Saul tidak mendapatkan jabatan keimaman, sehingga ia tidak punya hak untuk membawa korban bakaran bagi Tuhan. Daud punya hak itu. Mengapa Daud menjadi begitu special di hadapan Tuhan?

Kalau kita lihat, sebenarnya baik Saul maupun Daud sama-sama orang yang diangkat tinggi oleh Tuhan. Mereka bukan apa-apa dan siapa-siapa ketika belum diurapi sebagai raja. Namun kita bisa lihat dalam ayat bacaan kita hari ini bahwa sampai akhir hayatnya Daud menyadari bahwa dirinya tetap bukan siapa-siapa kalau bukan Tuhan yang mengangkatnya. Setiap kedudukan yang diperolehnya semuanya hanya oleh karena Tuhan. Sedangkan Saul, hidupnya penuh dengan kesombongan. Ketika Saul mengalami kegagalan, dia tidak mudah bertobat. Ketika Saul ditegor oleh Samuel, dia ganti menyalahkan keterlambatan Samuel. Saul memilih untuk takut kepada rakyat daripada kepada Tuhan (1 Samuel15).

Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah yang dipikirkan Tuhan dan orang lain tentang kita? Apakah kita seorang yang menyenangkan atau menyebalkan? Kadangkala kita tidak menyadari bahwa melalui setiap persoalan dan kesulitan yang kita alami, ujian sedang berlangsung dalam kehidupan kita. Dalam kondisi terjepit, siapa diri kita yang sebenarnya akan terlihat. Kita bisa belajar melalui kitab Mazmur bagaimana Daud berespon terhadap segala permasalahan dalam kehidupannya. Kuncinya adalah ijinkan Roh Tuhan berbicara dengan perantaraan kita, maka lidah kita akan dipakai untuk menyampaikan Firman Tuhan (ay. 2) ~ (PoL), telah diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda, Penerbit Andi Minggu, 30 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar