11 Januari 2011

Merasa Paling Hebat

Ayat bacaan: Yohanes 15:9-16

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. (Yohanes 15:14)

 

Seorang pemuda bertanya kepada pelatih basketnya, "Apakah besok aku bertanding?" Lalu pelatih itu menjawab, "Tidak!" "Kalau begitu besok saya akan pergi acara keluarga." Demikian pemuda itu mengatakan pada pelatihnya sambil meninggalkan lapangan. Sesaat setelah itu pelatihnya berkata, "Dia tidak akan bertanding untuk 2 sampai 3 pertandingan!"

Sewaktu saya mendengar cerita ini saya menjadi bertanya dalam hati hal apakah yang membuat si pelatih ini mengambil sedemikian ekstreem bagi anak didiknya? Apakah tidak ada toleransi sedikitpun? Namun selagi saya merenungkannya… Saya menjadi teringat akan ayat ini, "Bukan kamu yang memiilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu." (Yoh 15: 16) Ya,… Dia telah memberikan nyawaNya supaya kita bisa menjadi sahabatNya. Seorang sahabat yang melakukan apa yang diperintahkanNya. Dia memerintahkan segala sesuatu yang telah Dia dengar dari Bapa. Tujuannya adalah kita dapat menyenangkan hati Bapa Surgawi kita. Ya,… hanya Yesus dan Roh Kudus yang tahu persis apa yang menjadi selera Bapa Surgawi, sehingga penting sekali untuk kita belajar untuk selalu dengar-dengaran akan perintahNya (Firman Tuhan).

Pemuda tadi sudah memiliki agenda sendiri: acara keluarga! Si pelatih itu menghormati keputusannya, namun sebenarnya si pelatih ini dapat melihat kualitas hidupnya. Seberapa pemain itu akan memprioritaskan team dan berusaha untuk mengikuti setiap pertandingan akan mempengaruhi seberapa banyak kemenangan yang akan didapatnya. Sayangnya pelatih itu tidak menemukannya pada pemain basket yang sebenarnya cukup berpotensi itu. Dan pada akhirnya posisinya digantikan oleh seorang yang sebenarnya pas-pasan tapi mau terus berlatih dengan tekun melakukan instruksi pelatihnya.

Sobat Muda,… Jangan sampai belenggu kesombongan mengikat kita. Kita merasa bisa dan telah melakukan banyak hal bagi Dia, sehingga Dialah yang membutuhkan kita. Sehingga kadangkala ketika ada kesempatanuntuk melayani kita mengajukan pada 'Pelatih' kita banyak alasan untuk menolak. Melayani hanya ketika kita sedang 'mood'. Tuhan mau pelayanan yang kita berikan kepada Tuhan adalah karena cinta dan seperti yang diinginiNya. Oleh karena itu kita perlu dengar-dengaran akan perintahNya. (Pol), telah diterbitkan sebagai renungan Spirit Next Rabu, 19 Januari 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar