Ayat bacaan: Ester 2:1-17
Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Efesus 5:25b-27
Salah satu film yang cukup menginspirasi saya adalah One Night with The King. Film ini menceritakan tentang Ester yang mengikuti pemilihan Ratu menggantikan Ratu Wasti. Ratu Wasti dibuang karena dia tidak mau mengikuti kehendak sang Raja. Dia justru memilih asyik dengan pestanya sendiri dan kemauannya sendiri. Dan pemberontakan terhadap kemauan sang Raja mengakibatkan Wasti kehilangan kedudukannya sebagai Ratu. Setelah itu diadakanlah pemilihan, penyaringan dan penggodogan untuk mencari pengganti Ratu Wasti. Setiap wanita yang terpilih harus dirawat dan dididik untuk mengejar kualitas seorang Ratu yang layak untuk bertemu dengan sang Raja di suatu malam yang telah di tentukan untuk masing-masing kandidat.
Sebelum bertemu sang Raja, setiap kandidat ratu diminta untuk membawa barang yang telah dipilihnya dari tempat perbendaharaan raja untuk menghadap raja. Karena setelah bertemu dengan sang Raja, mereka tidak akan kembali ke tempat yang sebelumnya. Seseorang memilih perhiasan yang besar dengan baju yang ribet. Dan ketika sang raja memintanya naik kuda, kandidat ratu tersebut tidak dapat memenuhi permintaan raja dengan baik. Tapi berbeda dengan Ester yang tidak memilih apa yang diinginkannya namun dia bertanya kepada penasehat Raja tentang apa yang sebaiknya ia bawa. Perjumpaannya dengan sang Raja pada malam itu mengubah kehidupannya. Dari seorang biasa menjadi seorang Ratu.
Hal yang sama seringkali tidak kita sadari. Kita sering mendengar bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja. Namun kita tidak belajar untuk menyenangkan hatiNya. Maunya kita yang selalu dimengerti oleh Bapa. Memang Dia Bapa yang baik yang akan memberikan permintaan anak-anakNya, namun Dia tidak akan menjadikan seorang anak-anak menjadi mempelaiNya yang akan diajak untuk memerintah bersamaNya. Mari kita belajar terus dari Firman dan Roh Kudus untuk dapat mengerti seleraNya. (Pol), telah diterbitkan sebagai renungan Spirit Minggu, 21 November 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar