16 Desember 2010

Ditentukan oleh Makanan

Ayat bacaan: Matius 4:1-11

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Yosua 1:8

 

Tentunya setiap kita pernah menonton film Popeye. Tokoh kartun ini menjadi sangat kuat setelah memakan bayam. Cerita ini seringkali saya pakai untuk mengingatkan anak-anak saya untuk mau memakan sayur. Banyak orang lebih menyukai daging daripada buah dan sayuran. Penelitian membuktikan bahwa jenis makanan yang sering di makan menentukan pola hidup seseorang. Seorang yang gemar mengkonsumsi ikan, sayur dan buah-buahan akan memiliki tingkat kecerdasan dan emosi yang lebih baik daripada yang tidak mengkonsumsi makanan tersebut.

Hal yang sama dengan kehidupan kita. Apa yang menjadi makanan kita? Kalau kita mau menjadi seperti Yesus, kita harus juga makan makanan yang sama dengan yang Yesus makan. Mari kita lihat makanan Tuhan Yesus.

1.       Firman Allah (Matius 4:4)

2.       Melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya (Yohanes 4:34)

Kedua makanan inilah yang menyebabkan Yesus menyelesaikan semua tugas dari Bapa dengan cepat dan tepat. Bagaimana dengan kita? Seberapa banyak kita memakan Firman Allah untuk kehidupan rohani kita? Seberapa banyak juga kerinduan hati kita untuk selalu mencari kehendakNya atas kehidupan kita? Akan menentukan seberapa kuat dan seberapa hebat diri kita untuk menggenapi rencana Allah.

Yosua adalah teladan setiap kita. Sebagai tangan kanan dari Musa, dia mengerti dengan amat sangat bagaimana menangani asupan rohani di dalam kehidupannya. Dia begitu sadar kalau dia menangani makanan rohani yang dia makan akan berdampak begitu besar dalam kepemimpinannya. Alkitab membuktikan bahwa dia begitu kuat menyelesaikan rencana Allah untuk memimpin bangsa Israel menaklukkan tanah perjanjian karena asupan rohaninya begitu sehat. Membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah salah satu sumber kekuatan yang dimiliki oleh Yosua (Yosua 1:8). Karenanyalah dia bisa menyelesaikan  kehendak Allah pada jamannya. Bagaimana denganmu? Masihkah membaca dan merenungkan firman menjadi kegairahanmu? Bila tidak; mari kembali karena dari sanalah kekuatanmu. (Pol) telah diterbitkan sebagai RenunganAnak Muda, Minggu 12 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar