16 Desember 2010

Generasi Pemberani

Ayat bacaan: Hakim-hakim 6

Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"

Hakim-hakim 6:14

 

Firman Tuhan menceritakan tentang orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Akibatnya selama 7 tahun, Tuhan menyerahkan mereka ke tangan orang Midian. Setiap kali mereka selesai menabur, datanglah orang Midian, Amalek dan sekitarnya untuk memusnahkan hasil tanah mereka. Tidak ada bahan makanan yang ditinggalkan, sehingga orang Israel menjadi sangat melarat.

Hal yang sama kita lihat hari-hari ini. Orang-orang muda tidak menyadari bahwa hidupnya melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Dosa sudah memperbudak kehidupan mereka sehingga mereka tidak lagi dapat menikmati keindahan kasih karunia Tuhan. Akibatnya bisa ditebak; hidup mereka diperbudak oleh dosa, keterikatan dan ketergantungan baik oleh obat-obatan maupun seks bebas. Tidak sedikit bahkan yang kehilangan keperjakaan dan keperawanan. Inilah yang dinamakan melarat secara rohani.

Namun, Tuhan mau memanggil sebuah generasi yang berbeda dengan generasi yang sudah ada. Sebuah generasi yang pemberani! Sebuah generasi pahlawan. Sebuah generasi yang menjadi pengubah kondisi yang ada.

Karena itu Tuhan memanggil Gideon sebagai "Pahlawan yang Gagah Berani" ketika sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur yang tersembunyi. Dan di masa ini, Dia mengundang sobat muda untuk keluar dari tempat yang tersembunyi menjadi pahlawan yang gagah berani.

Apa yang kemudian dilakukan Gideon sebagai respon terhadap panggilan Tuhan dalam hidupnya?

  1. Gideon mendirikan mezbah dan menamainya: Tuhan itu keselamatan (ay. 24). Untuk kita memulai setiap panggilan yang sudah Tuhan beri, kita perlu mengalami Tuhan sebagai penyelamat kita secara pribadi. Minta Dia masuk dan menjadi penebus segala dosa kita. Kita perlu mengalami kuasa penebusan oleh Darah Anak Domba.
  2. Mendirikan mezbah penyembahan kepada Tuhan sebagai ganti penyembahan kepada Baal (ay. 28). Tuhan meminta Gideon untuk menghancurkan mezbah penyembahan Baal dan menggantinya dengan penyembahan kepada Tuhan. Hal yang sama harus kita lakukan. Meskipun orang tua belum mengenal Tuhan, teman-teman tidak berdoa dan ke gereja, hati kita tetap mengarah kepada Tuhan. Bangun penyembahan pribadi dengan Tuhan dan setia mendengar dan melakukan perintahNya. (Pol) telah diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda, Penerbit Andi, Sabtu, 4 Desember 2010

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar