16 Desember 2010

Mobil Kehidupan

Ayat bacaan: 1 Samuel 2:11-17

Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.

1 Samuel 2:26

Sudah 2 kali mobil kami menggelinding dalam posisi parkir dan mesin dimatikan. Yang pertama disebabkan karena tuas rem mobil kami telah aus. Kebetulan jalanan di depan rumah kami menurun, jadi rem tersebut tidak dapat menahan daya yang mendorong mobil meluncur menabrak pagar pembatas perumahan. Sedangkan yang kedua, suami saya kurang sempurna dalam menarik rem tangan, sehingga mirip dengan yang pertama, lagi-lagi mobil kami meluncur sendiri menabrak mobil milik tetangga di seberang rumah. Tentunya menghabiskan biaya yang cukup besar untuk mengganti rugi kerusakannya, namun itulah harga yang harus dibayar dari sebuah kelalaian.

Mobil itu seringkali berbicara tentang kehidupan kita. Ketika kita waspada dengan hidup kita, maka terjagalah kehidupan kita. Ketika kita mengemudikan hidup dengan mesin yang menyala,… hidup kita tidak akan meluncur begitu saja tanpa arah karena kita berusaha sedemikian rupa untuk mengendalikannya. Namun ketika hati kita mulai mati, kita jadi tidak waspada terhadap bahaya yang mengancam. Baru sadar seketika setelah terjadi sebuah insiden. Sama seperti mobil yang perlu terus dicek, servis dan ganti oli kehidupan kitapun memerlukan proses koreksi yang terus menerus. Ketika kita tidak melakukan proses tersebut dengan baik, maka lambat laun kehidupan kita akan rusak dan melemah. Oleh karena itu, sobat muda… mari kita terus menerus memintaNya untuk mengoreksi kehidupan kita. Jangan ijinkan hati kita mati dan kehilangan kepekaannya.

Hofni dan Pinehas adalah contoh dari dua orang muda yang kehilangan kepekaan dan kematian hati. Sebagai anak dari imam besar saat itu sebenarnya mereka berdua memiliki kesempatan untuk menjadi imam dan nabi bagi generasinya. Namun hati mereka mati dan kehilangan ketajamannya sehingga mereka begitu sembrono untuk mengambil persembahan bagi Tuhan.

Bagaimana dengan dirimu sobat muda? Masihkah mobil kehidupanmu berjalan di jalan yang benar dan penuh arti? Belum terlambat apabila kamu mau berbalik padaNya! (Pol) telah diterbitkansebagai Renungan Anak Muda, Selasa 14 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar