Ayat bacaan: Ester 5-:9-6:3
Maka bertanyalah raja: "Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?" Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apa pun."
Ester 6:3
Adalah Haman, orang Agag yaitu keturunan raja yang seharusnya atas perintah Tuhan dibunuh oleh Saul. Dia adalah seteru orang Yahudi. Dialah yang merencanakan pembunuhan besar-besaran atas sebuah bangsa. Dialah yang mau memusnahkan kehadiran sebuah bangsa di muka bumi. Tetapi Mordekhai muncul sebagai salah satu pahlawan bagi orang Yahudi. Berkat pertolongannya dan kegigihannya bencana pemusnahan masal sebuah bangsa bisa digagalkan. Berkat kesabaran dan keteguhannya rencana keji yang pernah direncanakan oleh seorang anak manusia berhasil di batalkan bahkan dibalikkan keadaannya.
Namun sebelum namanya mencuat sebagai pahlawan bagi bangsanya, ternyata kisah yang mendahuluinya tidak kalah serunya. Adalah sebuah hukuman telah ditetapkan bagi Mordekhai: digantung di sebuah tiang karena dia tidak mau menghormati Haman. Dia benar-benar ogah untuk memberikan penghormatan dengan berlutut dan sujud kepadanya. Dia hanya mau menyembah kepada Yehova. Dia hanya mau berikan penghormatannya bagi Raja diatas segala raja. Bagi Mordekhai keputusan untuk digantung sudah final. Sepertinya sudah tidak ada pengharapan lagi. Tak ada jalan keluar. Semuanya tertutup karena raja sudah memeteraikan dengan cap kerajaannya. Benar-benar tidak ada pertolongan yang datang. Namun Tuhan melakukan mukjizatNya dalam semalam. Seperti sebuah tembang lawas yang dinyanyikan oleh Don Moen, "God will make a away; where there seems to be no way. He works in ways; we cannot see. He will make a away for me." Yeah,.. He is The Invisible Hand.
Hal yang sama akan sobat muda alami. Percayalah, di detik-detik terakhir seringkali Tuhan melakukan mukjizat bagi hidupmu. Apa yang menjadi pergumulanmu hari-hari ini? Apa masalah yang terlalu besar bagimu? Ijinkan the invisible hand bekerja dan menyelesaikannya bagimu. (POL) telah diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda, Andi offset, Rabu, 8 Desember 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar