8 April 2011

Lebih Banyak

Ayat bacaan: Maleakhi 3: 8-18

 

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Maleakhi 3:10)

 

Seorang anak kecil sebuah toko bersama ibunya. Melihat anak itu, si Pelayan toko menyodorkan stoples berisi permen sambil berkata, "Ambillah, nak!" Namun anak itu menolak tawaran si pelayan toko. Melihat anak itu menolak, ibunya menjadi heran dan menawarkan sendiri stoples permen itu kepada anaknya. Tetapi tetap saja anak itu menolak. Tak lama kemudian pelayan toko itu kembali menawarkan sambil menyodorkan segenggam permen itu kepada si anak. Dengan wajah penuh sukacita, si anak menerima segenggam permen itu dengan kedua tangannya.

Melihat kejadian itu, sang Ibu  bertanya kepada anaknya, "Nak,… mengapa ketika Pelayan Toko itu dan ibu menyuruhmu mengambil permen kamu tidak mau mengambilnya. Sedangkan ketika dia menyodorkan permen itu kamu menerimanya?" Anak itu menjawab, "Aku tahu bahwa tanganku sangat kecil. Jadi kalau aku mengambil permen itu dengan tanganku, hanya sedikit permen yang dapat kuperoleh. Namunlihat ketika tangannya yang besar memberikanku segenggam permen…aku mendapatkan jauh banyak! Keduaa tanganku penuh dengan permen!"

Hal yang sama sobat muda,… ketika kita tidak memberikan persembahan persepuluhan sebenarnya kita swedang mengambil bagiannya Tuhan. Kita mengambil mungkin hanya sedikit, Namun sedikit yang kita ambil itu membuat kita tidak memperoleh banyak yang Tuhan ingin berikan. Janji Tuhan ketika kita setia dalam memberikan persembahan persepuluhan, Dia akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Ya,… Dia memberikan kepada kita lebih dari yang kita harapkan, bahkan lebih dari yang dapat kita pegang.

(Pol) ~ ~ Telah diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda (RAM), Andi Offset, Kamis 3 Februari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar