7 April 2011

Grow Up

 

Ayat bacaan: Kolose 1:3-14

 

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, (Kolose 1:10)

 

Salah satu makanan favourite keluarga kami adalah bakso. Ketika anak pertama saya maasih kecil saya hanya memesan 1 porsi untuk berdua. Namun setelah dia bertambah besar, 1 porsi terasa tidak cukup untuk berdua, jadi kami memesan 1,5 porsi atau 2 porsi sekaligus. Ya,… Anak saya bertambah besar bertambah banyak jumlah asupan yang diperlukannya untuk mendukungnya beraktifitas bermain dan belajar.

Hal yang sama dengan kehidupan rohani kita. Kehidupan rohani kita perlu mengalami pertumbuhan. Tidak cukup kita memberi makan manusia rohani kita hanya dengan mendengarkan khotbah setiap hari minggu. Kehidupan doa dan Firman akan membuat setiap kita semakin hari semakin kuat. Doa seperti nafas hidup orang percaya sama seperti kita selalu memerlukan O2 dalam bernafas, kita memerlukan doa. Doa sekaligus seperti air yang kita minum. Tubuh kita memerlukan air minum minimal 2 liter/hari. Beberapa orang menjadi sakit pinggang, lutut atau ginjal ketika kebutuhan akan air tidak terpenuhi. Hal yang sama dengan kehidupan kita tanpa doa, banyak  hal tidak berfungsi maksimal sebagaimana seharusnya.

Yesus mengatakan dalam Yohanes 4:34, ""Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." Itulah yang menjadikan Yesus kuat dalam melakukan banyak mujizat dalam kehidupannya. Firman Tuhan membuatNya kuat ketika harus menyelesaikan pekerjaanNya di muka bumi ini: Menjadi Juru Selamat. Hal yang sama dengan kita. Kehidupan kita masih panjang, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Mari bangun kesetiaan dalam membaca Firman Tuhan karena di situlah kita akan menemukanjawaban atas segala pergumulan yang kita alami bahkan kita dapat mengerti apa yang menjadi kerinduanNya atas kehidupan kita. (Pol)

~ Diterbitkan sebagai Renungan Spirit, Selasa 22 Februari 2011

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar