Menolong dalam Penderitaan
Ayat bacaan: Yohanes 15:9-17
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Yohanes 15:13
Suatu ketika saya mendapatkan kabar bahwa ayah kandung dan ayah tiri saya masuk ICU di Rumah Sakit yang berbeda meskipun di kota yang sama. Mendengar berita tersebut, saya memutuskan untuk pulang dan menengok keadaan mereka. Saya langsung menuju ke Rumah Sakit yang merawat ayah kandung saya. Rupanya istrinya (ibu tiri saya) tidak mengijinkan untuk saya menengok ayah saya yang sedang tergeletak tak berdaya. "Saya hanya ingin berdoa untuknya!" Demikian saya memohon. Permintaan itu tetap saja di tolak. Bahkan gorden tempat kami bisa melihat kondisi ayah dari luar pun di tutupnya. Melihat kondisi demikian, saya merasa tidak ada gunanya saya berada di Rumah Sakit itu. Jadi saya meninggalkannya dan menuju ke Rumah Sakit yang merawat ayah tiri saya. Rupanya, meskipun masih di ICU, ayah tiri saya kondisinya sudah membaik. Saya melihat kondisinya yang masih lemah dengan dibantu alat bantu pernafasan dan detektor jantung yang terus memantaunya. Namun tiba-tiba beliau bertanya, "Berhasilkah kamu menemui ayahmu?" Lalu dengan santai saya katakan, "Tidak!" Dan sambil menghela nafas ayah tiri saya berkata, "Nak,
seandainya saya sehat, saya antar kamu ketemu ayahmu! Pasti berhasil
" Air matapun tak tertahankan lagi. Saya terharu merasakan betapa dia sangat mencintai saya. Di tengah keterbatasannya, beliau memiliki kerinduan untuk membuat saya bahagia dengan bertemu dengan ayah kandung saya.
Bagi saya, pengalaman tersebut sangatlah berkesan dan memberikan pelajaran yang sangat berharga. Kita bisa memilih sikap kita ketika sedang ada di dalam masalah. Kita bisa mengasihani diri sendiri atau tetap memperhatikan kebutuhan orang lain sementara kita sedang ada di dalam masalah. Hal yang sama Yesus lakukan di atas kayu salib. Di tengah penderitaanNya, Yesus memperhatikan ibunya. Ia menyerahkan ibunya kepada muridNya yang paling dikasihiNya (Yoh. 19:26-27).
Masihkah setiap kita mengalami kebaikan dan kasih setiaNya? Yakinkah setiap kita bahwa cinta dan anugerahNya tak terperi buat setiap kita? Bukankah kasih sayangNya diberikan karena cintaNya kepada kita? Kita bisa mengasihi orang lain ketika kita tinggal dalam kasih Tuhan Yesus (ay. 9)
Cintalah yang menyebabkan Dia berkorban!
Diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda, Penerbit Andi ~ Selasa, 21 September 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar