29 Juli 2010

Respon

Ayat bacaan: Yakobus 3: 13-18

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
(Yakobus 3:16)

Suatu hari ketika saya mengantarkan anak kursus. Di tengah-tengah jam kursus berlangsung, seorang anak keluar dari ruangan. Dia mendatangi saya dan berkata, “Anak tante nakal!” Sambil tersenyum saya menjawabnya, “Anak tante tidak nakal, tapi anak tante galak terhadap anak yang mengganggunya.” Rupanya si anak tidak setuju dengan saya dan sambil menunjuk saya dia berkata kepada setiap orang tua yang ada di ruang tunggu itu, “Anak tante itu nakal sekali!”
Tak lama kemudian, anak saya keluar dari ruangan kursus. Dan masih saja si anak itu mengatakan, “Nah,.. bener… ini anak tante yang nakal!” Sambil tersenyum kami berdua meninggalkannya dalam kondisi marah-marah. Di atas kendaraan saya bertanya, “Nak,.. apa yang terjadi sehingga temanmu mengatakan bahwa kamu nakal?” Dengan tanpa merasa bersalah, anak saya mengatakan, “Dia mengganggu saya, jadi saya katakan saya akan corat coret lembar kerjamu kalau kamu terus mengganggu! Lalu dia menangis keluar dari ruangan.” Mendengar hal itu saya merasa lega bahwa apa yang saya katakan ternyata tepat.
Rupanya kemarahan si Anak masih saja terbawa sampai kursus-kursus berikutnya. Sampai akhirnya dia berhenti sendiri karena semua pembimbing maupun orang tua mengatakan apa yang saya katakan, “Anak tante itu tidak nakal, kamu yang nakal.”
Saudara,… hal yang sama seringkali tidak kita sadari. Betapa kita sering menyalahkan orang lain dan merasa benar sendiri. Padahal sebenarnya hati kita yang tidak beres. Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa jika ada iri hati dan mementingkandiri sendiri, terjadilah kekacauan. Tetapi buah kebenaran dalam damai akan mengadakan damai. Mari kita belajar: menguasai diri, mengkoreksi diri dan minta kasih karuniaNya untuk mengubah setiap tabiat buruk kita. Kita menjadi orang yang murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. (Pol) ~ Telah diterbitkan sebagai Renungan Pagi (Andi), Selasa 20/7/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar