29 Juli 2010

Mendapat yang terbaik

Ayat bacaan : Filipi 4:1-9

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Filipi 4:6

Sepulang sekolah, anak saya berkata bahwa dia sangat ingin makan pempek yang berjualan di halaman sekolahnya. Namun saya melarangnya karena menurut saya dia sudah terlalu banyak jajan. Dia telah membeli roti dan susu sebagai bekal sekolahnya. Saya menolaknya dengan lembut, “Nak, jajannya hari ini cukup ya. Besok kamu boleh beli pempek asal pagi kamu mau bawa bekal dari rumah!” Diapun mau taat.
Keesokan harinya sepulang sekolah, anak saya terlihat pulang dengan riang dan siap menunggu si penjual pempek. Namun, sampai siang si penjual pempek dinantikan ternyata belum juga terlihat. Anak saya berkata, “Mom,… Aku ingin pempek!” Dan saya berkata, “Baik,.. kita akan cari dimana tukang pempek itu berjualan.” Rupanya setelah kami pergi ke tempat mangkal penjual pempek, terlihat semua gerobak tertata rapi. Mereka tidak berjualan hari ini.
Saya melihat wajah anak saya yang terlihat kecewa dan putus asa namun tidak berani marah dan menyesalkan telah dilarang membeli pempek kemarin. Melihat itu, sayapun terharu betapa saya bangga kepadanya. Sikapnya manis sekali, jadi saya menghiburnya dengan mengajak dia ke sebuah restoran yang menjual pempek terenak. Meskipun saya harus membayar sedikit lebih mahal, tapi saya merasa bersyukur memiliki seorang anak yang luar biasa.
Saudara,… Bukankah seringkali kita punya banyak keinginan? Bagaimana sikap kita ketika Tuhan ijinkan penundaan terjadi dalam kehidupan kita? Apakah kita selalu menuding Tuhan yang harus bertanggung jawab? Wanita,.. Tuhan sangat bangga jika kita tidak merengek-rengek dan menangis seperti anak kecil ketika belum mendapatkan apa yang kita mau. Percayalah bahwa Tuhan selalu ingin memberikan yang terbaik bagi kita. Mari kita belajar sabar dan mengucap syukur dalam segala keadaan ya! (Pol)~telah diterbitkan ssebagai Renungan(Andi), 5 Juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar