Ayat bacaan: Rut 2
Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
Amsal 21:5
Rut wanita Moab yang memilih mendampingi Naomi kembali ke Betlehem. Meskipun berulangkali Naomi menyuruh Rut untuk tinggal di Moab dan memulai hidup baru di kota kelahirannya. Rut sebenarnya secara manusia sama saja sedang mencari permasalahan dengan hidupnya sendiri. Tanpa jaminan masa depan Rut siap tetap melayani ibu Mertuanya. Terbukti dengan sesampainya di Betlehem Rut tidak mau menganggur, dia meminta ijin pada mertuanya untuk memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati padanya.
Rut 1:22 dikatakan bahwa ketika Rut sampai ke Betlehem adalah permulaan musim menuai jelai. Rut tetap memungut sampai musim menuai jelai dan gandum berakhir (Rut2:23). Jadi Rut telah membuktikan bahwa dia adalah wanita yang setia, suka bekerja keras dan rajin. Dan Tuhan selalu memperhitungkan Kesetiaan dan kerja keras yang Rut (Rut 2:12). Di Rut 4 diceritakan bahwa pada akhirnya Rut menjadi isteri Boas, si tuan tanah.
Wanita, bagaimana dengan kita? Apakah seringkali kita merasa putus asa di tengah kondisi dan kesulitan keuangan? Mari kita belajar dari kehidupan Rut. Dia tidak menyalahkan keadaan. Dia memilih untuk bekerja keras, rajinn dan setia sekalipun sepertinya hanya jelai yang dia kumpulkan. Hal yang sama harus kita lakukan. Jangan terus terpaku pada permasalahan kita namun mari kita lihat pintu saluran-saluran berkat yang telah Tuhan berikan. Dan terhadap setiap pintu yang Tuhan buka, kerjakan dengan sungguh-sungguh dan belajarlah setia. Jangan mudah menyerah terhadap keadaan. Amsal 10:4 katakan, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” So,… jangan ijinkan kemalasan ada di kehidupan kita! (Pol) ~ telah diterbitkan sebagai Renungan Spirit for Woman, Kamis, 15 Juli 2010
29 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar