14 Juni 2012
KKR 12 Juni 2012
http://www.4shared.com/mp3/36HemR4C/KKR_Waktu_Pemulihan_jogja-12_j.html
EL Beloved, Princess of Kingdom®
25 Februari 2012
Proses Belajar yang Mahal
Di tambah dengan berkat dari seorang teman aku memiliki netbook ASUS EEEPC 900HA warna emas (profetis sekali!). Banyak sekali pekerjaan pelayanan dan penulisan yang aku lakukan dengannya. Dari 24 jam, hampir separohnya aku berhadapan dengannya.
Kesibukan semakin bertambah. Meski sudah bangun sejak pk. 05 pagi tetap belum bisa menuangkan semua yang Tuhan beri dalam bentuk tulisan blog dan renungan. Sejak awal Januari 2012, muncullah sebuah kerinduan di hati untuk bangun lebih pagi dan menulis. Mekipun tidak selalu berhasil, tapi cukup memacu dan mengasah. Sampai pada awal Februari 2012, setelah beberapa kali sempat ketinggalan di kantor/di rumah (tidak ada saat diperlukan), aku merasa lelah dan khawatir karena harus membawanya bolak balik kemanapun aku pergi. Lagipula aku berpikir, kondisi keuangan di kantor sudah membaik, dan aku merasa waktu yang tepat untuk membawanya pulang atau menjualnya untuk mendapatkan kembali cincin pernikahanku.
Jumat, (24/2) Dari pagi banyak kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak bagus, namun rupanya tidak cukup menyadarkanku betapa Dia merindukan aku berada di dekatNya. Dari pagi, pesawat tamu yang kujemput tidak bisa mendarat karena kabut tebal di bandara. Kabut menyingkir setelah aku menuruti saran Mommy untuk mengangkat 'tongkat dan pedang'. Sejak pk. 15 aku tidak bisa konsen karena perutku mual dan kepala Migrain (seperti biasa terjadi ketika berhadapan dengan orang2 tertentu).
Malam hari semua agenda pelayanan sudah selesai. Not to bad! My Hon minta makan ayam goreng rempah. Dalam hati aku berkata, "Aku kok gak kepingin ya,.. Tapi Joel pasti suka." Jadi aku mengalah dan menuruti mereka makan ayam rempah. Beberapa menu habis, jadi aku memberanikan diri bertanya, "Mau makan di tempat lain saja?" Tetapi rupanya my Hon tetap mau makan di situ. Hanya 30 menit kita ada di warung itu, ketika masuk mobil aku menyadari ada benda aneh di samping tas susu Joel. "Seperti bongkahan plastik!" Ooh,.. Rupanya pecahan kaca mobil yang tertahan plastik pelapisnya. Aku mulai berpikir dan meyadari bahwa tas netbukku sudah tidak ada.
Proses lapor kehilangan untuk keperluan asuransi mobil memerlukan waktu hampir 2 jam karena menjadi investigasi. Malam harinya setelah sampai di rumah aku merenungkan apa yang telah terjadi. Aku teringat sejak pk. 04.04 alarm telah berbunyi dan snoze setiap 5 menit, tapi itu tidak membuatku terbangun. Baru pk. 06.00 aku bisa membuka mataku, dan langsung mempersiapkan diri untuk ke kantor dan anak-anak ke sekolah. Tiba-tiba ada hentakan dalam hati, "Kok tidak naik ke ruang doa? Kalau kamu tidak berdoa, something bad will happen!" Aku lihat jam dan tidak cukup waktu lagi untuk menemuiNya. Jadi malam itu aku langsung naik ke atas dan berkata, "I'm so so so so sorry!" Aku mandi, keramas pk. 23.00 dan tidur.
Pagi tadi, aku masi menangis ketika menyembah Tuhan dan bernyanyi, "Ajari aku mengerti perasaanMu, mengerti detak jantungMu. Biarkan aku punya keintiman hanya denganmu, sampai Kau dapati hatiku seirama dengan hatiMu". Inilah proses pembelajaran yang mahal buatku, Dia hanya ingin mengajari aku, dibalik semua yang untuk Tuhan, Dia mau aku lakukan bersama Tuhan. Bukan karena kuat dan hebatku, tapi bersamaNya sesuatu yang sepertinya gagal dan buruk membuat aku belajar kerinduanNya yang tak tergantikan: Keintiman! (PA)
Princess of Kingdom®
29 September 2011
Lurus Jalan Terus
Sekilas sepertinya tidak asing bagiku kalimat itu karena di hampir tiap perempatan bisa kutemukan tulisan 'belok kiri boleh langsung'
Namun setelah kurenungkan ternyata berbeda sama sekali,..
Ketika di jalan jalan lurus harus selalu mengikuti lampu-lampu lalu lintas. Hanya seorang petinggi negara yang boleh melakukan 'Lurus jalan Terus' karena di setiap perempatan ada penjaga2 yang ditempatkan untuk menghentikan semua halangan untuk 'LJT'
Hal yang sama,.. Kita punya hak sebagai anag Raja untuk 'LJT'. Tidak akan pernah ada apapun yang dapat menghentikan langkah kita, tidak akan pernah Dia ijinkan satupun penghalang yang membuat kita berjalan dalam panggilanNya.
Setiap kali Tuhan mempercayakan sebuah tugas ∂άϞ tanggungjawab, ijinkan Dia menolong kita menyelesaikannya dengan caraNya. Toh Dia tahu siapa kita ∂άϞ seberapa Kemampuan kita. Dia tidak menuntut kemampuan ∂άϞ keahlian kita untuk menyelesaikannya. Dia hanya mencari orang yang mau untuk diberi kuasa ∂άϞ otoritas untuk menyelesaikan pekerjaanNya.
Ketika kita berkata, "I Love u Lord!" Artinya kita sedang memberika semua bahkan kelemahan ∂άϞ ketidakmapuan kita kepadaNya. ∂άϞ ketika Dia berkata, "I love u my Son/Daughter!" Artinya Dia sedang memberikan kemampuan ∂άϞ kerinduanNya dalam hidup kita.
LJT ~ bersama Tuhan kita bisa melakukan perkara2 yang besar. MimpiNya jadi mimpi kita. Amien,..
Princess of Kingdom®
11 September 2011
09/11 Pengurapan untuk PanggilanNya
1) Daud tdk diperhitungkan di tengah keluarganya, namun Tuhan mencari orang yang mau melakukan kehendak Tuhan pd zamannya.
=> jangan biarkan diri kita berada di luar pergerakan yang Tuhan sdg lakukan hr2ini. Sedikit kerinduan akan membawa perubahan besar.
Semua orang tahu bahwa Samuel adl orang yang mengurapi Saul, ∂άϞ Samuel di tengah keluarga Daud, namun Daud 'terlupakan' di padang.
Ini waktu perkenanan! Samuel~kita tdk akan duduk makan sblm semua datang berbicara tentang kasih Tuhan yang menanti kita kembali pd panggilan yang Tuhan berikan dalam kita.
FT katakan Tuaian banyak, pekerja kurang!
2) Ay. 13 ~ "Inilah Dia!"
Hal yang sama tjd ktk Tuhan menunjuk jemaatNya menjadi jemaat yang membangun pasukan, memperoleh kelimpahan, menjadi penakluk dunia. Angin badai dr selatan= pergerakan dr daerah selatan! Aminkan ∂άϞ jadi bagian kita.
Seorg pendoa Papua mendpt penglihatan tentang jemaat dengan tari2an seperti yang kita punya. Modal kita hy: ikuti apa yang Tuhan mau! ∂άϞ Tuhan akan katakan, "Inilah Dia!"
3) Ay. 13 ~ pengurapan Daud, panggilan sebagai Raja diterima sejak hari itu!
Awalnya kerinduan, ∂άϞ sejak pengurapan turun dalam hdp kita panggilan itu kita terima. Kita perlu pengurapan untuk hidup dalam panggilanNya atas hidup kita.
Sejak Daud diurapi, dia ktemu Goliat, jadi pegawai Saul, ikut perang ∂άϞ memperoleh banyak kemenangan.
Artinya: ada masa2 sulit sepertinya namun semuanya bertujuan untuk kita semakin kuat!
Tanpa pengurapan Daud hylah seorg gembala yang sukses. Tapi pengurapan Tuhan membuat Destinynya berubah.
Meskipun Daud udah di Istana, tapi dia ttp bertgjwb atas tugas yang diberikan ortunya (1 Sam 17:15)
Princess of Kingdom®
8 April 2011
Different Spirit
Ayat bacaan: 2 Timotius 3:1-9
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (2 Timotius 3:1)
Headline Kompas (14/10) menuliskan berita tentang upaya presiden Chili untuk menyelamatkan 33 pekerja tambang yang telah terjebak selama lebih dari 2 bulan pada kedalaman 700 meter di bawah permukaan tanah. "Selamatkan mereka, berapapun harganya!" Demikianlah komando Presiden Chili. Komando ini membuat team penyelamat bertindak cepat. Dengan bantuan team ahli dari berbagai negara mereka menggali sebuah terowongan sedalam 699 meter selama bulan. Usaha penyelamatan ini memakan biaya kira-kira 600 juta.
Presiden yang baru mulai menjabat sejak Januari 2010 mendapat pujian dari banyak pihak atas tindakannya. Dia selalu mengirikan bantuan ketika rakyatnya mengalami musibah bencana alam tanpa memikirkan seberapa besar bencananya dan banyak korbannya. Surat kabar menyanjung nilai kemanusiaan yang dimilikinya sangat tinggi. Kisah ini dikatakan membuat adanya kesatuan dari masyarakat Chili.
Sobat RAM, ayat renungan kita hari ini mengingatkan adanya masa sukar yang akan segera datang. Kita Perlu punya different spirit dengan orang lain. Ketika orang mulai mencintai diri sendiri dan menjadi hamba uang, kita menjadi orang yang mengasihi sesama dan tidak egois terhadap berkat Tuhan yang kita terima. Kita harus belajar mengasihi ketika kebanyakan orang mulai tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, garang, berpikiran tidak baik terhadap orang lain. Kuncinya adalah kita mengalami dan merasakan kasih Yesus setiap hari sehingga kita bisa menjadi saluran kasih kepada sekitar kita. (Pol) ~ Telah diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda (RAM), Andi Offset, Rabu 23 Februari 2011
Gak Cuma Miskol
Ayat bacaan: Matius 6: 5-15
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (matius 6:6b)
Apa jadinya kalo setiap kali seorang temenmu datang padamu sambil nyerocos, "E tau gak si, aku tuh abis ngalami blabla bla, trus sekarang aku pingin kamu bantu aku!" tanpa bertanya dan menunggu responmu dia langsung ajah ngacir ninggalin kamu. Sekali dua kali pasti masi ok, tapi kalau setiap saat setiap waktu dia begitu, lama-lama jengkel juga khan?
Atau kamu punya pacar, kerjaannya Cuma miskol. Sekalinya telpon Cuma nyerocos semaunya sendiri. Ergh, rasanya kurang afdol khan?!
Sobat Muda, sayangnya hal itu sering kita lakuin terhadap Sohib kita yang namanya Yesus. Kita lebih seneng datang cerita dan ngarepin pertolonganNya. Padahal di ayat bacaan kita hari ini kita bisa liat bahwa Dia punyakerinduanbuat membalas doa kita. Artinya, kalo yang namanya komunikasi itu perlu dua arah. Fine, Kita cerita apa yang jadi keluhan, perasaan en harapan kita namun kita juga musti nyadar bahwa sama seperti kita, Dia juga punya keluhan, perasaan en harapan.
Ada Dua cara gampang untuk kita ngeri 'mood'Nya: belajar punya Quite time dan baca FirTu. Quite time klo di Yesaya 40:31 dikatakan sebagai menanti-nantikan Tuhan. Praktisnya: setelah kita nyerocos (entah doa atau muji Tuhan), kita berdiam diri sejenak dan coba tangkap apa yang sedang Dia pingin katakan. Atau bisa aja Sobat RAM langsung baca Alkitab sebagai surat cintaNya. (PoL) ~ Telah diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda (RAM), Andi Offset, Jumat 18 Februari 2011
Lebih Banyak
Ayat bacaan: Maleakhi 3: 8-18
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Maleakhi 3:10)
Seorang anak kecil sebuah toko bersama ibunya. Melihat anak itu, si Pelayan toko menyodorkan stoples berisi permen sambil berkata, "Ambillah, nak!" Namun anak itu menolak tawaran si pelayan toko. Melihat anak itu menolak, ibunya menjadi heran dan menawarkan sendiri stoples permen itu kepada anaknya. Tetapi tetap saja anak itu menolak. Tak lama kemudian pelayan toko itu kembali menawarkan sambil menyodorkan segenggam permen itu kepada si anak. Dengan wajah penuh sukacita, si anak menerima segenggam permen itu dengan kedua tangannya.
Melihat kejadian itu, sang Ibu bertanya kepada anaknya, "Nak, mengapa ketika Pelayan Toko itu dan ibu menyuruhmu mengambil permen kamu tidak mau mengambilnya. Sedangkan ketika dia menyodorkan permen itu kamu menerimanya?" Anak itu menjawab, "Aku tahu bahwa tanganku sangat kecil. Jadi kalau aku mengambil permen itu dengan tanganku, hanya sedikit permen yang dapat kuperoleh. Namunlihat ketika tangannya yang besar memberikanku segenggam permen aku mendapatkan jauh banyak! Keduaa tanganku penuh dengan permen!"
Hal yang sama sobat muda, ketika kita tidak memberikan persembahan persepuluhan sebenarnya kita swedang mengambil bagiannya Tuhan. Kita mengambil mungkin hanya sedikit, Namun sedikit yang kita ambil itu membuat kita tidak memperoleh banyak yang Tuhan ingin berikan. Janji Tuhan ketika kita setia dalam memberikan persembahan persepuluhan, Dia akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Ya, Dia memberikan kepada kita lebih dari yang kita harapkan, bahkan lebih dari yang dapat kita pegang.
(Pol) ~ ~ Telah diterbitkan sebagai Renungan Anak Muda (RAM), Andi Offset, Kamis 3 Februari 2011