Ayat bacaan: Lukas 4:13-35
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah
Roma 4:20
Dari ayat bacaan hari ini kita dapat melihat bahwa ada 2 orang muridNya yang telah sekian lama mengikut Yesus. Bahkan mereka pernah mendengar bahwa Yesus akan bangkit pada hari ketiga dan akan menunggu mereka di Galilea. Namun kenyataannya, tidak satupun dari muridNya yang percaya akan berita kebangkitanNya. Petruspun ketika ke Galilea bukannya menanti-nantikan kehadiranNya namun ia pergi menjala ikan. Hal yang sama dialami oleh kedua murid ini. Hati mereka telah beku dan mati. Mereka telah melihat betapa luar biasanya Yesus dengan segala kuasaNya dan mereka berharap bahwa dengan kuasa sehebat itu suatu saat Yesus akan menyelamatkan bangsa Israel atas penjajahan bangsa Romawi. Ya,.. Mereka menjadi kecewa karena Yesus tidak seperti yang dia harapkan. Yesus disiksa dan disalibkan.
Saudaara,.. Berapa banyak janji Tuhan yang pernah kita terima? Bagaimana respon hati kita ketika menantikan waktu penggenapan janjiNya? Apakah hati kita menjadi beku karena kecewa ketika janji itu sepertinya tidak akan menjadi Kenyataan. Saudara,.. Jangan pernah kita menjadi kecewa pada janji-janji Allah! Dia Allah yang tidak pernah lalai akan perjanjianNya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak; diadakan-Nya hal itu menjadi ketetapan bagi Yakub, menjadi perjanjian kekal bagi Israel (Mzm 105:8-10)
Dua orang murid ini baru bisa melihat Yesus yang telah bangkit ketika duduk dan makan bersamaNya. Inilah pula yang kita perlukan ketika hati menjadi beku dan kecewa dalam menanti-nantikan janjiNya. Duduk semeja dengannya artinya mengalami kembali persekutuan yang intim denganNya sehingga fokus hidup kita bukan pada masalah kita namun kepada pribadiNya. Perjumpaan denganNya membuat hati yang tadinya sudah beku dikobarkan lagi. Kita perlu memiliki hati yang berkobar-kobar untuk dapat menjadi saksiNya. Sama seperti Kedua murid ini yang dengan hati yang berkobar-kobar kembali ke Yerusalem untuk menyampaikan berita kebangkitanNya. (Pol), diterbitkan oleh Renungan Spirit, Kamis 8 Oktober 2009
10 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar