11 Juli 2009

Ujian Perkenanan

Princess,… apa yang sedang kamu alami hari-hari ini? Engkau merasa tidak melakukan dosa, kesalahan ataupun pelanggaran akan prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan, namun tetap mengalami banyak tekanan dan problem. Ada rasa kesepian, kekosongan, problem hubungan (dengan orang tua,anak-anak, suami atau kekasih bahkan dengan teman-teman) dan rasa bersalah yang besar. Jika ya,… saya katakan, “Selamat mengikuti ujian perkenanan Tuhan!”

Bagaimana kita bisa yakan bahwa ini merupakan ujian perkenanan Tuhan? Mari kita lihat apa yang dialami oleh Ayub. Ayub 1:1-12 menceritakan bahwa Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur. Allah bahkan menyatakan hal ini di hadapan Setan. Ia adalah seorang yang ‘takut akan Tuhan danmenjauhi kejahatan’. Sekalipun ia kaya, namun ia tetap rendah hati. Ini membuktikan bahwa kekayan tidak ada hubungannya dengan kesombongan. Bisa saja orang miskin tapi sikap hatinya sombong.
Selain itu, Ayub adalah ayah yang baik bagi keluarganya. Ia selalu ingin mengetahui keberadaan anak-anaknya dana apa yang telah mereka lakukan. Ayub bahkan sangat peduli dengan sikap hati anak-anaknya dan kecenderungan untuk menyimpang yang dilakukan anak-anaknya, sehingga tiappagi ia membawa korban di hadapan Tuhan.
Cara Allah untukmemuji Ayub di hadapan Setanlah yang akhirnya membuat Ayub mengalami berbagai hal yang tidak enak. Namun sikap hati yang benar membuat kita dapat menikmati berkat-berkat baru yang telah Ia sediakan (Mzm 30:5,11). Ayub sendiri mengalami berkat pelipat gandaan dan dijadikan benar (bukan hanya dianggap benar!).
Dalam masa ujian ini, jangan kita mengatakan, ”Tuhan, Engkau tidak adil!” karena pernyataan demikian membuat kita tidak lulus dalam ujian. Pernyataan itu setara dengan, “Tuhan, Engkau tidak becus dalam mengatur Hidupku. Aku lebih becus dan tahu apa yang seharusnya terjadi dengan hidupku. Itulah kesombongan! Dan itulah yang sebenarnya Tuhan ingin bongkar dan benarkan, betapa seringnya kita menganggapNya tidak benar.

Lakukan seperti yang Ayub lakukan: Mengucap syukur!
katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
(Ayub 1:21-22)

Ini akan merupakan tamparan yang kuat bagi kuasa kegelapan (Wahyu 12:11).
Princess,… ini akan merupakan hari-hari yang menggairahkan! Minta kasih karunia dan kekuatanNya turun dalam kehidupanMu. Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar