Princess of Kingdom tanpa favour (perkenanan) Sang Raja tidaklah berarti apa-apa. Itu terbukti dari Ratu Wasti yang sekalipun elok rupanya namun menjadi bukan siapa-siapa. Namun Ester yang bukan siapa-siapa pada mulanya menjadi Princess of Kingdom yang sangat dicintai oleh sang raja. Mari kita belajar dari kegagalan dan keberhasilan mereka.
Dalam kitab Ester kita ketahui bahwa suatu ketika raja Ahasyweros sedang mengadakan pesta dengan para pembesar. Dia ingin sekali memamerkan kecantikan sang Ratu dengan mengenakan mahkota kebesaran di atas kepalanya. Sayangnya,... Sang Ratu Wasti terlalu asyik dengan pestanya sendiri dan dengan sombong menolak permintaan sang raja. Mungkin tak pernah dipikirkan sebelumnya bahwa dengan segera dia akan kehilangan jabatannya sebagai ratu dan berarti tidak akan memiliki lagi keintiman dengan sang raja.
Hal yang sama dengan kehidupan kita. Berapa banyak Sang Raja memintamu untuk duduk diam bersamaNya, berpandang-pandangan mesra dan saling bertukar pikiran dan kita malah menolak dengan alasan 'malas' ataupun ada dengan posisi ogah-ogahan. Dengan sembrono kita berpikir, "Akh... pasti seperti biasa... Dia akan tetap mencintaiku!"
Princess,... Janganlah gegabah. Miliki kerendahan hati untuk selalu ingin menyenangkan hatiNya. Ester telah melakukan pilihan tepat. Dia meminta Hegai (Roh Kudus) untuk menunjukkan bagaimana dan apa yang akan membuatNya tersenyum.
Mari kita bangkit sebagai Princess of Kingdom yang menyenangkan hatiNya.
29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar